Oleh: Puji Yuli

Bulan Juli identik dengan tahun ajaran baru bagi para pelajar di sekolah maupun bagi para santri di pondok pesantren. Di tengah wabah pandemi Covid 19 yang belum menurun kurvanya. Akankah kalau sekolah dan pondok pesantren mulai dibuka pada tahun ajaran baru ini relatif aman ataukah tidak? Apakah tahun ajaran baru itu ini bisa memunculkan klaster baru covid 19 di sekolah maupun di pondok pesantren. Terlebih hingga saat ini belum ditemukan vaksin covid 19 dan pandemi virus corona ini belum berakhir.

Apalagi kalau kita lihat berita di televisi maupun di media sosial terkait Covid 19. Baru baru ini di pondok pesantren gontor dua di Ponorogo ada tujuh santri yang terkonfirmasi positif corona. Apakah kondisi ini aman bila tahun ajaran baru ini sekolah dan pondok pesantren siap menyongsong era New Normal Life dalam pelaksanaan pendidikan??

Epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman menyarankan seluruh fasilitas pendidikan termasuk pondok pesantren ditutup hingga akhir tahun 2020. Hal itu merespons tujuh santri pondok pesantren modern gontor kampus 2 Ponorogo terkonfirmasi positif corona. Senada, Epidemiolog dari Universitas UNAIR Windhu Purnomo mengatakan pondok pesantren belum dapat di buka. Dia berkata lokasi tersebut baru bisa beroperasi untuk kegiatan belajar pada akhir tahun 2020. (https://m.cnnindonesia.com/kasus gontor, ahli minta pesantren tutup hingga akhir tahun. /kamis 09/07/2020.).

Kondisi ini tentu menjadi tantangan sendiri bagi para orangtua, para guru, para ustad, kepala sekolah maupun pengasuh pondok pesantren. Belum lagi kondisi ekonomi yang semakin miris akan menjadi tambahan ujian bagi masyarakat di negeri ini.

Di tengah ujian ini, sebagai seorang muslim hendaknya tetap berpegang pada aturan Allah yang ada dalam Alquran dan Assunnah. Hal itu akan bernilai kebaikan dan perpeluang pahala apabila kita sabar dalam menjalani ujian ini.

Selain itu, kondisi ini perlu peran penting dan fungsi dari negara untuk mengatasi pandemi virus corona. Negara perlu menangani masalah pendidikan di sekolah dan pondok pesantren agar tidak menjadi klaster baru dalam covid 19. Sebaiknya kita perlu menjadikan Islam sebagai rujukan untuk mengatasi pandemi Covid 19. Sebagaimana Rasulullah SAW dan Umar bin Khatab dalam menangani wabah penyakit tha’un. Sehingga kita bisa mengatasi masalah covid 19 ini.