Oleh: Warjianah
(Pemalang, Jawa tengah)

Rakyat Indonesia kembali membuka sejarah tragedi masa lalu kelompok komunis. Kelompok yang pernah menguasai Indonesia, membuat kehidupan suram dan mental trauma bagi rakyat. kini rupanya rakyat Indonesia terbangun dari tidurnya. Adanya Aksi Apel Siaga Ganyang Komunis Jabodetabek di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (5/7/20).

Ribuan orang memenuhi lapangan Ahmad Yani, di ikuti sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam seperti Front Pembela Islam (FPI), PA 212, hingga Gerakan Nasional Pengawalan Fatwa (GNPF) Ulama. Dalam apel tersebut para peserta di minta berikrar untuk siap jihad qital memerangi kaum komunis dan pihak yang ingin menjadikan pancasila menjadi Trisila dan Ekasila. Terlihat jelas aksi umat tolak komunis hingga resolusi jihad qital adalah wujud semangat memperjuangkan al haq (Islam) dengan jiwa raga hingga nyawa.

Namun, seharusnya umat tidak hanya menolak paham komunis saja. Ada banyak paham yang sangat bahaya dan masih di terapkan saat ini. Seperti: Sekulerisme, Kapitalisme, Pluralisme, Liberalisme, dan Demokrasi. Pemahaman ini telah di jalani saat ini, hasilnya hanya bisa membuat kehancuran dari berbagai bidang dan segi kehidupan individu, bangsa, dan negara.

Semua pahaman ini akan tenggelam ketika umat memahami hakikat perjuangan kembali ke sistem Islam. Sebagai pengganti sistem yang sekarang. Sebab agama Islam adalah agama yang mengatur persoalan kehidupan individu, masyarakat, dan negara. Jika kehidupan tidak di atur oleh aturan Allah SWT, yang akan di dapatkan hanyalah kerusakan. Sebagai mana Allah berfirman, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut di sebabkan perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang lurus)”. (TQS Ar- Rum:41)