Oleh : Vivin Nailufar

Tara Bedi sebagai Manager Kebijakan Publik dan Penjangkauan Komunitas Instagram, menginginkan aplikasi menjadi ruang aman bagi Komunitas untuk mengekspresikan diri terutama selama Covid-19 dapat membantu Komunitas merayakan secara vertual, mencari dukungan oline dan tetap terhubung dengan orang-orang yang mereka cintai. Instagrampun bekerja sama dengan dengan Queer Muslim Project, sebuah seni visual dan dogeng untuk mempromosikan representasi Komunitas, positif Interseksional yang positif terhadap jenis kelamin. Termasuk meluncurkan panduan kesejahteraan bagi Komunitas L98T. (cirebon.pikiranrakyat.com 28/6/2020).

Dukungan terhadap L98T mengalir deras dari sejumlah perusahaan internasional seperti, Apple, Google, Facebook, Yuotube, dan Unilever. Hal ini menunjukan bahwa beberapa negara barat sudah menganggap L98T sebagai hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari.

Ditengah pandemi masyarakat dibuat was-was oleh kaum L98T ini. Bagaimana tidak, masyarakat yang sekarang lagi berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan melawan Covid-19.

Dalam islam sudah jelas kaum L98T adalah penyimpangan, karena telah menyalahi fitranya sebagai makhluk yang sempurna. Bahkan Allah telah mengabadikan keburukan kamu Nabi Luth Alaihisalam yaitu kaum sodom di dalam Al-Qur’an tentang perilaku menyimpang mereka hingga akhirnya Allah mengazab mereka dengan sangat mengerikan.

” Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu), Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang berbuat dosa itu (QS. Al-A’raf : 84)

Sudah saatnya, sistem pemerintahan islam ditegakan dalam bingkai Khilafah Rasyidah, sebelum kemurkaan Allah menimpa kepada seluruh umat manusia. Wallahu ‘alam bi ash shawab.