Oleh: Lelly Hapsari

Pagi yang murung
Ku berdiri di antara dua jendela
Menyingkap tirai yang melambai
Sayup lembut sang bayu
Menyapaku dengan tiupan sejuk

Pandangan netraku terlempar jauh di pelataran
Persis di antara bunga-bunga yang sedang mekar
Dengan titik titik embun bening menyegarkan
Kulahap keindahannya tapi tetap saja tak membuatku gairah

Ach, kau
Saat lumbung hatiku penuh dengan bibit bibit lusuh
Menepis semua cerita buruk tentangmu
Aku melawan hati kecilku,
Karena cinta buta
Karena mu

Hingga fakta yang menampar setiaku
Kau,
Bayangmu telah kubunuh dengan belati rindu
Dan melupakan mu

Dalam ini tangis yang tak lagi bukan untuk mu