Oleh : Umi Rizkyi (Anggota Komunitas Setajam Pena)

Semakin hari, semakin terkikis semangat untuk mencegah kemungkaran dan mengajak melakukan kebaikan. Tugas utama seorang ibu adalah sebagai ibu dan pengurus rumah tangga. Sementara di sisi lain sebagai seorang muslimah memiliki kewajiban untuk melakukan amar makruf nahi mungkar.

Sesuai dengan firman Allah SWT yang memerintahkan setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan wajib untuk ber amar makruf nahi mungkar atau yang sering kita sebut dengan berdakwah tanpa terkecuali. Yang terdapat dalam Alquran surat At Taubah ayat 71, artinya ” Dan orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong sebagian yang lainnya. Mereka menyuruh kepada yang makruf dan mencegah pada yang mungkar, mendirikan solat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana”.

Sebagai ibu, yaitu orang tua tidak mudah untuk mendidik dan mengasuh anak-anaknya. Tidak boleh sembarangan, asal-asalan dibutuhkan pengetahuan dan ilmunya sesuai perintah Allah dan Rasul-Nya. Mengasuh anak itu, tidak hanya memenuhi kebutuhannya saja. Makan, pakaian, sekolah, mainan dan lain-lain. Tetapi, yang lebih penting adalah bagaimana caranya agar anak-anak kita menjadi generasi masa depan dambaan umat.

Maka dari itu, sebagai orang tua harus menyadari betul jika belum memiliki pengetahuan dalam hal pengasuhan dan mendidik anak, harus belajar ke orang yang sudah ahli. Seperti pakar parenting misalnya. Anak-anak memiliki karakter yang berbeda, lahir di kondisi zaman yang berbeda, tentunya cara pengasuhan yang berbeda pula. Nah, di sinilah penting ilmu parenting.

Sebagai orang tua hendaknya lebih dulu memahami tentang pola asuh yang terbaik bagi anaknya. Ini sangat penting, agar pengasuhan sesuai dengan usia, karakter dan perkembangan anak. Selainn itu, sebagai orang tua bisa saja kita berdiskusi dengan sesama orang tua, yang memiliki anak asuh seusia anak kita. Kita bisa bertukar pengalaman dengan mereka.

Menjadi seorang ibu yang pandai dalam mengurus anak dan mengurus umat adalah dua hal yang sama-sama penting dan tidak bisa ditinggalkan antara yang satu dengan yang lainnya. Dua hal ini sama-sama memiliki kedudukan yang sama di sisi Allah SWT yaitu kewajiban seorang muslimah. Seperti kita pahami, bahwa jika sesuatu itu hukumnya wajib maka harus kita lakukan, jika kita tinggalkan maka kita akan mendapatkan dosa.

Oleh karena itu, maka ke dua hal ini hendaknya bisa berjalan beriringan dengan baik. Di sinilah betapa pentingnya memilih dan memilah skala prioritas amal, mengatur waktu, belajar disiplin/tidak menunda-nunda pekerjaan, banyak belajar, kerjasama dengan anggota keluarga terutama suami atau dengan sesama teman dalan jamaah dakwah.

Dengan demikian maka, ke dua aktifitas itu bisa dijalankan dengan seimbang dan beriringan tanpa mengurangi intensitas dan kualitas satu dengan lainnya.

Misalnya dalam mengatur tentang waktu, kita bisa memulai memilah aktifitas berdasarkan skala prioritas amal. Bisa kita dengan cara membuat rencana harian dan berusaha untuk konsisten dengan jadwal yang telah ditentukan tadi.

Demikian, sedikit tips untuk mengatasi galau antara mengurus anak atau berdakwah. Semoga Allah SWT memberi kemudahan dan kelancaran dalam mengurus anak dan mengurus umat. Semoga bermanfaat, aamiin.