Oleh: Maman El Hakiem

Manusia itu wajib ikhtiar, artinya berusaha. Padahal, makna yang benar adalah memilih.Dibentuk dari fiil madhi dan mudhari
اختار يختار اختيارا
artinya,memilih,menyeleksi atau menyortir. Makna ini sangat akrab dalam hak pembeli dalam akad jual beli, yaitu hak khiyar(membatalkan atau meneruskan). Dari sini menarik bila dikaitkan dengan konteks berusaha yang melekat dalam keseharian kita. Dalam kamus ilmiah populer karya Pius A Partanto, ikhtiar diartikan usaha, atau upaya bebas.

Sebagai kata serapan dari Bahasa Arab,maka alangkah bijaknya jika kita kembalikan kepada kaidah Bahasa Arab agar kita tidak salah dalam memahami sebuah kosakata. Jika kita sepakat memahami ikhtiar itu dengan makna memilih, maka sangat relevan jika usaha itu sifatnya pilihan. Manusia sesungguhnya tidak “wajib” berusaha dalam mendapatkan rezeki. Karena rezeki itu hakikatnya pasti pemberian dari Allah SWT, sedangkan usaha manusia hanyalah “pilihan” amal perbuatan yang erat kaitanya dengan hukum kausalitas(sebab akibat). Pilihan perbuatan terkait pula dengan konsekuensi pahala dan dosa dari Allah SWT.

Manusia yang melakukan usaha dan tidak melakukan usaha, boleh jadi jatah rezekinya sama. Karena itu dalam kehidupan pun, pegawai negeri golongan yang sama, tiap bulan jatah gajinya sama, padahal secara absensi kehadiran bisa jadi berbeda. Jika gaji diumpamakan rezeki, maka kinerja seseorang sering dimasukan kepada “tunjangan kinerja”. Pemisalan ini sama seperti rezeki, setiap manusia telah ditentukan jatah rezekinya, namun yang membedakan adalah tambahan nilai karena tingkat kualitas amal kebaikannya.

Karena itu rezeki orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT secara kualitas sangat berbeda jauh dengan rezeki orang yang bermaksiat, apalagi tidak mengimani adanya Allah SWT. Upaya manusia dalam menggapai rezeki harusnya menjadi pilihan agar rezekinya berkualitas, maka mereka yang mendapatkan rezekinya melalui tangannya sendiri lebih terhormat, daripada rezeki dari “tangan orang lain”. Dalam banyak hadis dijelaskan keutamaan “tangan di atas” dan seorang pencari kayu bakar lalu menjualnya ke pasar. Dibanding mereka yang mendapatkan rezekinya dari meminta-minta atau dari hasil usaha yang diharamkan.

Ikhtiar adalah cara kita memilih untuk mendapatkan kualitas rezeki yang terbaik,bukan usaha yang menentukannya, melainkan tingkat keimanan dan kualitas amal shalih yang menjadikan rezeki kita berkah. Rezeki yang berkah adalah yang nilai besar kecilnya mampu memberikan nilai kemaslahatan dunia dan akhirat.

Wallahu’alam bish Shawwab.