Oleh: Mita Nur Annisa
(Pemerhati Sosial)

Kabar kembalinya status Hagia Sophia dari museum menjadi masjid oleh pemerintah Turki merupakan sebuah kabar gembira bagi umat muslim di seluruh dunia, pasalnya Hagia Sophia adalah bukti dari sejarah penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al Fatih. Namun hal tersebut tak lepas dari berbagai reaksi dan kritikan yang ditunjukan oleh pihak yang tidak rela.
Dilansir oleh SERAMBINEWS.COM, (10/7/2020), Presiden Recep Tayyip Erdogan menyatakan ikon Istanbul Hagia Sophia terbuka untuk ibadat muslim.
Keputusan Erdogan ini disampaikan setelah pengadilan tinggi memutuskan konversi bangunan menjadi museum adalah ilegal.
Dikutip Tribunnews dari Al Jazeera, Erdogan membuat pengumuman, hanya satu jam setelah putusan pengadilan diturunkan.

Meski pun ada peringatan internasional untuk tidak mengubah status monumen berusia hampir 1.500 tahun, yang dihormati oleh orang Kristen dan Muslim.
“Keputusan itu diambil untuk menyerahkan pengelolaan Masjid Ayasofya kepada Direktorat Urusan Agama dan membukanya untuk ibadah,” kata keputusan yang ditandatangani oleh Erdogan.

Lebih lanjut, situs Warisan Dunia UNESCO di Istanbul ini dikenal sebagai magnet bagi wisatawan seluruh dunia.
Hagia Sophia pertama kali dibangun sebagai Katedral di Kekaisaran Bizantium Kristen.
Dan diubah bangunan ini menjadi masjid mulai 29 Mei 1453 sampai 1931 pada masa kekuasaan Kesultanan Utsmani. Kemudian bangunan ini disekulerkan dan dibuka sebagai museum pada 1 Februari 1935 oleh Republik Turki.

Dengan begitu Banyak kalangan umat Islam dan aktivisnya yang menganggap dengan kembalinya Hagia Sophia menjadi masjid adalah tonggak penting dalam proses kebangkitan Islam di masa yang akan datang. Keberanian dari Tayyip Erdogan disebut-sebut sebagai tindakan pembelaan terhadap Islam. Yang mana dia dan pemerintahannya berani dengan gigihnya menentang pendapat dari negara-negara adidaya yang sangat menentang atas keputusannya tersebut.
Sehingga umat Islam terutama pada aktivisnya kini penuh dengan asupan nutrisi kebangkitan. Dimana telah banyak kepedihan yang dialami umat Islam pada hari ini. Sudah terlalu banyak luka di tubuh umat Islam. Termasuk luka karena fitnah, tudingan yang amat menyakitkan dan ujaran kebencian yang terus disuarakan oleh para pembenci Islam. Alhasil, hal ini sangat membahagiakan bagi umat, serta menjadi pembuka dari kebangkitan umat Islam dan kejayaan Islam sebelum khilafah tegak kembali.
Sebab, Hagia Sophia bukan hanya menjadi simbol, tetapi sebuah kebanggaan serta tanda bahwa Allah memenangkan agama di atas segala sesuatu. Begitu pun Hagia Sophia merupakan tanda dari perjuangan Muhammad Al Fatih dan pasukannya yang mana pemimpinnya merupakan pemimpin terbaik dan pasukannya adalah pasukan terbaik.
InsyaAllah, Hagia Sophia adalah kabar permulaan dan akan segera diikuti kabar gembira selanjutnya. Yakni, kabar dibaiatnya seorang khalifah, kabar kembalinya Kekuasaan Islam, kabar tegaknya Daulah Khilafah di tengah-tengah kaum muslimin.

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

“Apabila Pertolongan Allah dan Kemenangan telah tiba, dan kamu saksikan umat manusia berbondong-bondong menganut agama Allah, maka semarakkanlah puji-pujian untuk Tuhanmu dan mohonlah pengampunanNya, sungguh Dialah Yang Maha Mengasihani.” [QS : An Nasr]
Wallahu a’lam bishshawab