Oleh: Eka Shalihah (Member of Revowriter)

Baru-baru umat Islam dibuat heboh dengan berita bahwa Kemenag menghapus 115 materi pelajaran dalam buku pelajaran agama Islam. Fachrul menjelaskan ratusan judul buku yang direvisi berasal dari lima mata pelajaran, yakni Akidah Akhlak, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam, Alquran dan Hadis, serta Bahasa Arab.


Dalam buku agama Islam hasil revisi itu masih terdapat materi soal khilafah dan nasionalisme. Meski demikian, buku itu akan memberi penjelasan bahwa khilafah tak lagi relevan di Indonesia , ungkapnya.


Perhatian Menag perlu diacungi jempol. Tapi sepertinya jempol yang diacungkan itu sepertinya harus buru-buru atau segera dibalik ke bawah. Pasalnya Islam adalah Rahmat bagi semesta alam, kenapa juga Islam yang dihapus di tengah keriuhan yang ada?
Lalu memprihatinkan nya, tayang di SCTV yang ramai-ramai dikritik itu nampaknya tidak dihentikan. Menyusul berita puluhan pelajar SMP yang ditemukan kedapatan sedang berpesta seks dengan membawa kondom dan obat kuat
Apakah ini yang diharapkan untuk generasi dan pendidikan di Indonesia? Apakah kehancuran generasi ini adalah harapan?
Naudzubillah.


Harusnya kita malu. Malu dengan hal-hal yang terjadi saat ini sebab umat dan generasi dijauhkan dari Islam. Islam telah terbukti berhasil menjaga agama, jiwa, akal dan harta. Islam juga menjaga keselamatan vital. Salah satunya adalah menjaga keturunan.


Wajarlah ketika kita melihat banyak penyimpangan dari segi pergaulan seks di tengah sistem kufur ini sebab sistem kufur memang tidak memperhatikan sama sekali soal keturunan ini. Sistem ini justru mempertaruhkan hawa nafsu. Nafsu seks diumbar sedemikian rupa tanpa mengindahkan aturan sama sekali. Bagi sistem tersebut, hubungan seks boleh selama tidak merugikan orang lain. Jangan heran, jika tidak ada aturan di negeri ini yang tidak mengharamkan zina.


Tak ayal, seks bebas, homoseks angkanya terus meningkat. Yang sungguh menghawatirkan, perilaku ini menghinggapi para remaja. Banyak survei membuktikan. Menurut hasil survei 2008 oleh satu lembaga, 63 persen remaja di Indonesia usia sekolah SMP dan SMA sudah melakukan hubungan seksual di luar nikah, dan 21 persen diantaranya melakukan aborsi. Bagaimana dengan tahun ini?

Survei-survei berikutnya membuktikan peningkatan yang signifikan dengan pelakunya makin muda, bahkan ada yang masih sekolah dasar (SD).
Kerusakan moral ini pun merebak bak jamur di musim hujan. Jika yang melakukan prostitusi adalah remaja dan dewasa maka sekarang anak SD pun sudah berani melakukan hal serupa. Jika dulu dilakukan di tempat remang-remang kini sudah di hotel-hotel. Bukan hanya masyarakat miskin tapi artis-artis papan atas pun ikut terlibat. Spektry hidung belangnya pun kian lebar, dari miskin hingga konglomerat.


Payung Seks bebas, LGBT pun terus berkembang. Kalau dulu sembunyi-sembunyi kini terang-terangan. Penularan perilaku menyimpang itu menjangkau banyak kalangan CIA, sebagaimana dilansir situs asing mengungkap jumlah populasi LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) di Indonesia adalah ke-5 terbesar di dunia setelah Cina, India, Eropa dan Amerika.


Itulah fakta negeri yang jauh dari rahmat ilahi. Ini tidak akan terjadi dalam sistem Islam. Dalam sistem ini, negara sangat menjaga keturunan yakni nasab manusia. Bukankah manusia diciptakan berlainan jenis untuk melangsungkan keturunannya?


Maka dari itu Islam sangat menjaga perilaku manusia agar tidak menyimpang dari fitrah penciptaan nafsuh dalam dirinya. Islam mewujudkan kemaslahatan dalam hal ini sepertu adanya perintah menikah serta larangan melakukan zina, sodomi dan homoseksual.
Karena itu nikahilah wanita-wanita yang menyenangkan hati kalian (QS. Ali-Imran:14)
Pada saat yang sama, Allah SWT mengharamkan zina: “Janganlah kalian mendekati Zina karena sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk” (QS. al-Isra :32)


Karena itu orang yang yang melakukan zinaz dikenakan sanksi yang berat, yaitu dibunuh khusus bagi yang zina muhshan [sudah pernah menikah] danndicambuk 100 kali bagi yang ghairu muhshah [belum pernah menikah]
Dengan begitu keturunan manusia pun terjaga. Masyarakat pun bebas dari perilaku menyimpang yang sangat membahayakan eksistensi manusia.