Oleh : tsamratul fikriyah

“PERJODOHAN SMK, MAHASISWA DENGAN SEKTOR INDUSTRI”

Oleh : tsamratul fikriyah

Bapak Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. lahir di Singapure yang sekarang menjabat sebagai Menteri Pendidikan di Indonesia. Beliau aktif memberikan warna-warni serta loncatan-loncatan dan gebrakan baru pada seni dunia kependidikan. Kebijakan yang terbaru adalah adanya perjodohan antara SMK ataupun vokasi dan sektor industri.

Dipaparkan juga oleh Bapak Wikan Sakarinto, Ph.D selaku Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi diharapkan melalui program ini. Bapak Wikan juga mengakui sebetulnya saat ini memang sudah ada prodi vokasi yang sudah melakukan program link and match seperti yang dilakukan oleh PT PLN Persero bersama Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip).
Namun untuk kali ini konsep yang disiapkan mendorong link and match yang lebih luas. Untuk 2020, mantan dekan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menargetkan 100 prodi vokasi baik di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) melakukan link and match. Kemudian diteruskan dan dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya dengan melibatkan lebih banyak prodi vokasi.

Kebijikan ini telah banyak disinggung oleh mentri pendidikan dalam pembahasan kampus merdeka 4.0 sebagai program unggulannya. Pada nyata mentri pendidikan telah bekerjasama dengan industri industri serta PBB, al hasil mereka yang menyetujui proyek ini, ikut andil dalam menetapkan kurikulum untuk prodi prodi di perguruan tinggi. Dengan harapan perguruan tinggi dan industri bisa terkoneksi untuk saling memperkuat keduanya.

Hal ini merupakan terobosan baru, dimana kampus bisa mencetak para mahasiswa sebagai SDM sesuai permintaan industri atau pasar. Namun pemegang keputusan finalnya adalah Rektor atau kampus itu sendiri karna pemerintah tidak bisa memaksa pihak kampus dan industri untuk saling bermitra lewat regulasi. Keduanya bisa bekerja sama dengan berbagai macam insentif untuk berinvestasi di bidang pendidikan, misalnya lewat penelitian.
Apakah dampak besarnya pada dunia pendidikan jika proyek ini terjadi? Yaitu pada kurikulumnya, kurikulumnya akan disesuai dengan kepentingan industri dan sama saja mengubah arah dan tujuan pendidikan.
Padahal, industri adalah korporasi bisnis kapitalis. Meraih keuntungan sebesar-besarnya menjadi orientasi utama. Bahkan, meski untuk itu harus mengorbankan lingkungan. Itu mudah disaksikan pada korporasi industri pertambangan freeport yang merusak fungsi sejumlah sungai dan krisis lingkungan. Tidak hanya kerusakan lingkungan, bahkan demi meraup keuntungan, industri kapitalisme tidak segan-segan mengorbankan kesehatan dan keselamatan jiwa manusia. Seperti, industri big farmasi, bahkan industri bisnis rumah sakit sekalipun.
Dengan ini dapat dipastikan arah pendidikan semakin menjauh dari tujuan seharusnya. Bahkan, kebenaran yang menjadi aspek fundamental pendidikan. semakin sulit diperoleh peserta didik. Baik kebenaran tentang arti dan makna hidup, berupa benarnya jawaban terhadap pertanyaan mendasar pada diri setiap insan, sehingga pendidikan semakin sekuler.

Apakah pendapat mayoritas masyarakat melihat kebijakan ini ? tentu masyarakat akan sangat bahagia dan merasa senang, bagaimana tidak. program pendidikan vokasi terkesan menjanjikan. Karena setelah lulus SMK atau Perguruan Tinggi, peserta didik bisa langsung bekerja.mengingat susahnya rakyat Indonesia untuk mrncari lapanngan pekerjaan.

Pemikiran yang beredar di tengah masyarakat adalah pemikiran pragmatis juga memiliki andil besar mencetak masyarakat yang statis dan utopis. Pendidikan hanya dipandang sebagai jalan mendapatkan masa depan yang lebih baik secara finansial dengan cara yang instan. Dengan ini mereka merasa bahwa program ini sangat cocok untuk diterapkan.

Mereka tidak merasa bahwa disini terdapat kesalahan besar bahwa pemuda, mahasiswa serta pelajar yang memiliki tugas penting sebagai agen perubahan secara tidak sadar dialih fungsikan sebagai karyawan atau buruh.

Siapa yang paling diuntungkan pada progaram ini, mahasiswa, masyarakat atau pemerintahan? Jawabanya nya dalah bukan mereka yang paling diuntungkan adalah para korporat, sehingga menjadikan hasil dari pendidikan yaitu sebagai kaum buruh kaum intelektual yang tak peduli dengan keadaan umat, karna setandarnya hanya sebatas pekerjaan dan gaji.

Berbeda dengan Islam. Pendidikan yang semestinya bervisi membangun kepribadian utuh manusia sebagai hamba Allah telah dikerdilkan dengan hanya mencetak manusia bermental buruh. Pun Negara bertanggung jawab menyediakan fasilitas sarana dan prasarana penunjang pendidikan. Sejarah mencatat bahwa negara khilafah sangat perhatian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Dibangunlah pusat-pusat pendidikan, perpustakaan dan observatorium dengan fasilitas yang lengkap bagi para pelajar.

Pelajar dicetak sebagai para para penjaga agama Allah. yang menyerahkan hidup dan matinya hanya untuk sang maha kuasa. Bukan semata hanya mencari harta yang tiada berguna.