Oleh : Lilik Yani

“Haji adalah hadir di Arafah. Barang siapa yang datang pada malam tanggal 10 Dzulhijjah sebelum terbit fajar, sesungguhnya ia masih mendapatkan haji.”

*****

Padang Arafah adalah tempat yang mulia. Semua jamaah haji harus menjalankan wukuf di padang Arafah. Karena wukuf adalah puncak ibadah haji. Tanpa menjalankan wukuf maka hajinya tidak sah.

Karena seluruh jamaah haji berkumpul semua di padang Arafah maka digambarkan sebagai miniatur padang mahsyar di dunia.
Jutaan orang berkumpul di tanah lapang ini. Semua memakai pakaian ihrom berwarna putih. Sama sederajat. Tidak ada perbedaan orang kaya atau miskin. Pejabat atau rakyat biasa. Semua sama kedudukannya. Yang membedakan adalah keimanan mereka.

Ketika wukuf yang dilakukan para jamaah haji adalah merenung, introspeksi diri. Menghitung amal yang sudah diperbuat, apakah sudah menjalankan amal sesuai syariat Allah atau masih banyak perintah Allah yang kita abaikan. Atau mungkin menjalankan perintah Allah tapi tidak sesuai syariat-Nya dan tidak mengikuti teladan Rasulullah.

Di tempat inilah para jamaah haji banyak memohon ampunan kepada Allah. Atas semua dosa dan kesalahan yang sudah dilakukannya. Sekaligus berkomitmen untuk memperbaiki amal ibadahnya dan berjanji tidak mengulangi perbuatan dosa lagi.

Sementara di padang mahsyar nanti, seluruh umat sejak zaman Nabi Adam hingga umat Rasulullah saw sampai akhir zaman, akan berkumpul. Saat itu semua telanjang tanpa mengenakan sehelai benang pun.

Semua umat antri menunggu giliran untuk dihisab di hadapan Allah, tentang semua amal ibadahnya. Dengan dicocokkan tulisan malaikat Rakib Atid yang sangat lengkap dan terperinci itu.

Jika kondisi cuaca padang Arafah sangat panas dan menyengat kulit, sehingga para jamaah berkeringat banyak, bahkan ada yang sampai dehidrasi. Maka gambaran di padang Mahsyar jauh lebih hebat. Tidak ada pelindung sama sekali. Tidak ada pohon atau tempat untuk berteduh. Satu-satunya pelindung hanyalah Allah, untuk orang-orang yang mempunyai banyak amal sholeh yang diridloi Allah.

Kalau di padang Arafah masih ada tenda-tenda untuk berteduh. Walaupun masih sangat panas udaranya hingga keringat meleleh. Tapi masih lumayan dibandingkan padang Mahsyar. Di padang Mahsyar ada orang yang berkeringat hingga mata kaki, ada yang sampai badan. Bahkan ada yang berkeringat hingga dada, leher bahkan telinga. Ibaratnya terkena banjir keringat sendiri.

Saudaraku, bagi kalian yang sudah menjalankan ibadah haji di tanah suci Mekkah. Kalian bisa merasakan dan melakukan perenungan di padang Arafah. Lakukanlah dengan sepenuh hati sambil membayangkan kejadian yang lebih dahsyat saat nanti di padang Mahsyar.

Kesempatan langka ini, kalian manfaatkan dengan sebaik mungkin. Saat kalian bisa merasakan kedekatan kepada Allah bersama jutaan saudara seiman dari seluruh pelosok negeri. Tidak ada perbedaan warna kulit atau ras. Semua tunduk sujud di hadapan Allah.

Pergunakan momentum wukuf di padang Arafah ini, untuk pengakuan dosa di hadapan Allah. Saat hati dan jiwa kalian terasa sangat dekat sama Allah. Maka mohonlah ampunan secara sungguh-sungguh,atas semua dosa dan kesalahan yang pernah kalian kerjakan mulai waktu kecil hingga sekarang.

Saudaraku, begitu istimewanya hari Arafah, hingga kita yang di tanah air juga dianjurkan untuk menjalankan puasa Arafah. Kita juga disuruh untuk melakukan renungan dan muhasabah diri. Menghitung amal yang sudah diperbuat dan memohon ampunan atas semua dosa yang sudah dilakukan. Kemudian komitmen untuk tidak mengulang kesalahan dan berjuang untuk memperbaiki amal ibadah.

Saudaraku, Allah begitu sayang kepada hamba-Nya. Sebelum mengalami dahsyatnya padang Mahsyar yang sesungguhnya, kita ditunjukkan miniaturnya dulu. Dengan menjalankan wuquf di padang Arafah bagi jamaah haji dan puasa Arafah bagi yang di tanah air.

Allah memberikan ampunan seluas-luasnya buat semua hamba-Nya yang memohon ampunan. Allah ingin agar semua hamba-Nya bersih dari dosa saat menghadap-Nya pada hari hisab di padang mahsyar nanti.

Saudaraku, jangan biarkan momentum luar biasa ini terlewat begitu saja. Padang Arafah adalah cerminan padang Mahsyar. Saatnya kita berbenah diri. Setelah memohon ampunan atas semua dosa, kita berkomitmen untuk memperbaiki diri dengan menjalankan setiap aktivitas sesuai hukum syara dan menjadikan Rasulullah saw sebagai teladan. Semoga Allah meridloi kita dan menjadikan kita sebagai hamba yang muslimun (berserah diri) kepada Allah. Aamiin.