Oleh : Dien Kamilatunnisa

Adanya pemberitaan mengenai 240 remaja mengajukan dispensasi nikah akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari Pengadilan Agama (PA) Jepara. PA Jepara menyatakan bahwa tidak semua yang mengajukan dispensasi karena hamil diluar nikah. Jumlah 240 itu adalah akumulasi dari Januari sampai Juli. Namun PA Jepara mengakui bahwa angka pengajuan itu cukup banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Dari 240 pemohon dispensasi nikah, sekitar 50-an persen yang mengajukan karena hamil terlebih dahulu (jawapos.com, 26/07/2020).

Masa pandemi saat ini ternyata mempengaruhi perkembangan pergaulan bebas. Menurut salah satu Dosen Departemen Hukum Perdata Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Susilowati Suparto, menyatakan bahwa adanya pandemi ini mengakibatkan lemahnya pengawasan orangtua sehingga anak melakukan pergaulan bebas (kompas.com, 8/07/2020).

Faktanya, orangtua harus tetap bekerja keluar rumah semasa pandemi sementara anak-anak mereka belajar di rumah. Karena perekonomian makin lesu sehingga memaksa kedua orangtua untuk bekerja diluar. Hal ini membuat lemahnya pengawasan pada anak-anak. Akhirnya pada beberapa kasus,  anak-anak tersebut melakukan seks bebas atau zina. 

Selain lemahnya pengawasan orang tua, faktor eksternal khususnya media sangat berperan dalam mempengaruhi pola pikir generasi muda. Media seringkali mengkampanyekan pergaulan bebas dan gaya hidup hedonis. Bagi generasi muda yang terpengaruh hal tersebut maka mereka rela melakukan apapun asal tidak dicap ketinggalan zaman. 

Pola pikir lemah ini membuat generasi muda menjadikan seks bebas  tak terasa sebagai pelanggaran syariat. Jarang sekali seks bebas disebut sebagai zina. Padahal zina adalah bentuk dosa pada Allah. Parahnya lagi, bisa saja mereka bahkan tidak mampu membedakan mana dosa dan mana yang tidak. 

Pergaulan bebas bersumber dari paham sekulerisme. Sehingga mengadopsi paham sekulerisme dalam kehidupan sehari-hari sangat berbahaya. Sekulerisme yang meniadakan kehadiran Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari membuat manusia mengikuti hawa nafsunya tanpa berpikir panjang dan menumpulkan akal sehat.

Oleh karena itu, sudah saatnya sistem sekulerisme dicampakkan dari kehidupan, karena bersumber dari akal manusia yang menciptakan banyak kerusakan. Saatnya kini beralih pada sistem Islam. Sistem yang berasal dari Allah SWT sang pencipta kita. Sistem Islam memiliki mekanisme yang ajeg dalam mengatur kehidupan masyarakat. Salah satunya dalam sistem pergaulan Islam. Sistem pergaulan Islam memuat seperangkat aturan yang mengarahkan pada kehidupan yang selamat dunia dan akhirat.

“Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah faahisah (perbuatan yang keji) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh oleh seseorang).” (QS Al-Israa: 32).