Oleh : NS. Rahayu

Rapuh tubuh tergolek lemah
Di atas dipan beralas kasur yang telah menipis
Dalam diam saat bertatap rindu
Terlihat sudut mata sembab basahi pelipis
Syahdu

Perlahan kuusap lembut sembari mengelus
Ini putrimu bersama cucu-cucumu
Sungging senyummu merekah terakup rindu
Menghujam relung-relung hati yang terkoyak

Ibu….
Tak kuasa aku membalas cintamu
Dalam tubuh rentamu bunga-bunga cinta kau berikan
Berbagi bahagia dalam senyum ikhlas
Memberi tawa bersama dalam nyanyian kecil
Menangkup semua kerinduan kami
Meski tubuhmu tak lagi pengkuh
Engkau membuat kami bersimpuh malu

Duhai pemilik jiwa….
Sungguh manis sematan nama Ibu di sanubari
Dalam kekurangannya selalu penuh cinta
Keterbatasannya tak pernah terucap keluh
Ketakberdayaannya diam dalam senyap
Rentanya tak pernah memutus cinta
Tinggallah kami dalam ego dunia fana
Kadang tak mampu mengerti mimpimu

Ibu maafkan anakmu
Yang takkan pernah bisa membalas cintamu
Kecuali secuil doa kebahagiaanmu
Tak mampu memberi kasih sayang utuh
Bahkan torehan luka yang pernah kubuat
Tak menghentikanmu mengajarkan semua makna
Meski di senjamu
Engkau masih tetap memberi cinta

Ngawi, 4 Agustus 2020