Oleh : Umi Rizkyi (Anggota Komunitas Setajam Pena)

Allah menciptakan manusia ke dunia ini, hanya untuk beribadah kepada Allah. Dengan beribadah kepada Allah, maka akan memunculkan rasa takwa kepada Allah. Takwa itu sendiri bertanda. Tanda dari takwa adalah takut kepada Allah SWT. Dengan upaya untuk mendekatkan diri pada Allah dan menjauhi segala laranganNya.

Pengetahuan yang berlandaskan iman inilah yang menjadi dasar ketakwaan untuk menegakkan agama Allah. Allah SWT berfirman yang artinya, ” Sungguh yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama” TQS Fathir 28.

Rasa takut hanya kepada Allah, berbuah dari pengetahuan yang didapatkan seseorang. Maka pentingnya menuntut ilmu dan mengamalkannya merupakan hal sepaket dalam kehidupan. Amal tanpa ilmu maka akan sia-sia, bahkan akan membuahkan murka dari Allah SWT. Sebaliknya ilmu tanpa amal, bagaikan buih dilautan. Tidak berguna.

Hendaknya kita sebagai mahkluk ciptaan Allah SWT maka kita sudah sepantasnya takut hanya kepada Allah. Tidak seperti saat ini, kebanyakan orang lebih takut kepada sesama manusia, baik atasan atau majikan dari pada Allah. Misal, sebagai muslimah diwajibkan untuk menutup aurat, karena pekerjaan dia rela melepas kerudung dan jilbabnya hanya untuk mendapatkan pekerjaan itu.

Contoh lain, seorang muslim dilarang untuk melakukan aktifitas ribawi. Akan tetapi sekarang ribawi meraja lela dan menjamur di mana-mana. Sekalipun di pelosok desa. Bukan dilakukan dengan semata-mata karena takut kepada Allah SWT, tetapi justru tunduk kepada instansi, perusahaan bahkan pemerintah.

Hendaknya kita sebagai seorang muslim harus taat dan menumbuhkan rasa takut hanya kepada Allah SWT. Bukan takut kepada atasan, majikan, atau bahkan pemerintah. Sekalipun kita akan dibenci, dicaci dan dihina banyak orang. Torehan tinta sebagai pengingat diri, semoga bermanfaat.