Oleh: Lilis Lina Nastuti/ Ummu Bagja Mekalhaq

Yang saya pahami moderasi itu berarti moderat/ modern. Moderasi Islam berarti mengikuti Islam kekinian / modern. Karena para pembenci Islam, menyangka bahwa Islam saat ini golongan Islam radikal pemecah belah , anti pancasila & NKRI.
Itu prasangka mereka. Oleh karena itu mereka bergegas mengadakan perlawanan terhadap Islam Kaffah yg notabene penyeru Syariah pejuang Khilafah, dgn cara mengubah buku – buku madrasah dari tingkat dasar sampai dengan menengah.
Ibtidaiyyah, Tsanawiyah dan Aliyah.
Terutama kurikulum yang dianggap keras ajaran jihad dan Khilafah dan praktiknya hanya dengan merevisi buku – buku yg selama ini dianggap bertentangan dengan Islam modern.

Merevisi 155 buku itu, bukan perkara mudah & murah, tapi melelahkan dan membutuhkan dana trilyunan rupiah. Apalagi bertujuan memahamkan moderasi Islam kepada anak didik. Hal itu sangat sulit dilakukan saat anak didik telah dikuatkan AKIDAHnya dari rumah.

Islam itu ajaran sempurna.
Mau dirubah oleh siapapun takan bisa. Karena seluruh aturan hidup ada dlm Qur’an dan orangpun takan lari meninggalkan Qur’an jika ia benar-benar beriman.

Ajaran Islam itu mengikat Akidah, Syariah dan Khilafah siapapun yang ingin merubah Islam yakin sangat SULIT. Bukan dengan merevisi, karena meskipun direvisi sumber aslinya tetap ada di Qur’an dan Hadits. Pertanyaannya, bisakah merubah Qur’an & Hadits?

Selamat berlelah lelah kepada para perevisi buku-buku yang bermuatan ajaran islam kaffah. Jika punya hati dan akal sehat, yakin kalian tak nyaman dgn penolakan materi jihad dan Khilafah. Meski berbagai usaha dikerahkan. Percayalah…!

Nah, kalau begitu, perlukah moderasi Islam dilakukan? Wallahu A’lam