Oleh: Barozah Alfajri

Berbicara tentang pernikahan, pasti semua orang mengidamkan, selain memang secara fitrah manusia diciptakan untuk berpasang-pasangan satu sama lain, dengan menikah maka akan terjaga keturunan serta kehormatan seseorang.

Namun sayangnya Akhir-akhir ini berita mengejutkan terjadi di Indonesia, angka pernikahan dini marak terjadi, terlebih masa pandemi. Seperti yang dilansir oleh KOMPAS.com angka pernikahan dini di Indonesia melonjak selama masa pandemi Covid-19.

Jawa Barat merupakan salah satu provinsi penyumbang angka perkawinan bawah umur tertinggi di Indonesia berdasarkan data Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional tahun 2020.

Dosen Departemen Hukum Perdata Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Susilowati Suparto mengatakan, peningkatan angka pernikahan dini di masa pandemi Covid-19 salah satunya ditengarai akibat masalah ekonomi. Kehilangan mata pencaharian berdampak pada sulitnya kondisi ekonomi keluarga, sehingga tak jarang orang tua ingin cepat cepat menikahkan anaknya.

Tidak hanya karena faktor ekonomi pernikahan dini sering terjadi karena faktor pergaulan bebas, sehingga terjadi hamil diluar nikah. Seperti yang terjadi dijawa tengah.

”Dari 240 pemohon dispensasi nikah, dalam catatan kami ada yang hamil terlebih dahulu dengan jumlah berkisar 50-an persen. Sedangkan selebihnya karena faktor usia yang belumsesuai aturan, namun sudah berkeinginan menikah,” kata Ketua Panitera Pengadilan Agama Jepara Taskiyaturobihah seperti dilansir dari Antara di Jepara pada Minggu (26/7).

Dari data diatas menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki masalah yang belum terselesaikan.

Kurang tepatnya kebijakan yang diambil pemerintah akan sangat berdampak pada masyarakat, sehingga haruslah mengambil kebijakan yang tepat. Larangan menikah dibawah umur 19 tahun,bukan menjadi solusi, malah menjadi problem baru di masyarakat. Para generasi yang melakukan hubungan diluar nikah hingga hamil, merasa mendapatkan angin segar dengan permohonan dispensasi nikah. Karena tidak bisa dipungkiri, saat ini pergaulan bebas merajalela, hamil diluar nikah dianggap biasa. Terlebih adanya kebijakan-kebijakan yang tidak tepat menambah sederet masalah di bumi pertiwi.

Begitulah kebijakan pemerintah yang diambil dari sistem kapitalis, Maka tidak heran kebijakan dispensasi nikah yang dicanangkan oleh negara bukan malah menjadi solusi tapi menjadi masalah baru, maksud hati mencegah pernikahan dini, malah terjadi peningkatan.
Secara tidak langsung kebijakan ini pun menambah peluang terjadi nya seks bebas di negri kita tercinta. Sehingga banyak yang terpaksa menikahkan anak mereka karena telah terlanjur hamil duluan. Dan yang lebih bahaya lagi dengan maraknya pernikahan dini serta tidak dilandasi dengan keimanan maupun kesiapan yang matang sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan, maka akan mengarahkan kepada rapuhnya keluarga yang akan dibangun.

Selain itu para orang tua yang jauh dari pengetahuan agama. Serta himpitan ekonomi yang ada di sistem kapitalis, menjadikan para orang tua berfikir instant dengan menikahkan anak-anak, maka selesailah tugas mereka. Itulah yang ada dipikiran para orang tua saat ini, mereka menganggap anak adalah beban orangtua. Maka dengan menikahkan anak mereka, setidaknya hilang satu beban.

Sungguh Allah telah menciptakan segala sesuatu beserta seperangkat aturan yang ada di dalamnya, Allah adalah al-kholik (pencipta) Allah pula Almudabbir (pengatur).

Jika kita mau mengambil islam sebagai landasan dalam kehidupan kita, maka sungguh pasti akan didapati islam adalah solusi segala masalah kehidupan. Terlebih masalah pernikahan yang sakral. Sistem islam akan mengatur sedemikian rupa agar pernikahan bisa benar-benar menjadi tujuan yang mulia. Sehingga menikah dini bukan karena himpitan ekonomi para orang tua, karena negara telah menjamin kebutuhan rakyat. Seperti, sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, keamanan, serta ekonomi. Apalagi hamil diluar nikah, yang itu diharamkan dalam islam, karena berzina adalah termas

uk dosa besar, Tapi semata-mata karena memang sudah memiliki persiapan yang matang dan layak, terlebih karena ingin mendapatkan ridho Allah.

Dalam hal ini negara akan sangat berperan dalam memfasilitasi masyarakat dengan pemahaman Islam secara sempurna.

Maka tak perlu mengeluarkan kebijakan dispensasi nikah karena masyarakat paham betul Jika seorang anak telah baligh maka secara otomatis ia terbebani suatu hukum, jadi bukan umur yang dijadikan patokan bolehnya seseorang menikah. Tapi kesiapan serta ilmu yang dimiliki.

Begitulah sistem Islam mengatur, serta setiap kebijakan yang diambil negara didalam sistem islam pasti berlandaskan kepada syariat islam. Dan hal ini pasti akan membawa kemashlahatan.

Sungguh indah bukan hidup dibawah naungan islam? Semua ini bisa dilaksanakan secara sempurna hanya dengan sistem islam, bukan yang lain.

Wallahu a’lam bish showab.