Karya: Warjianah
(Pemalang, Jawa tengah)

Pandemi corona belum usai, kini kabar mengejutkan membuat negeri ini miris. Tak di sangka kalangan anak remaja mengusulkan diskopensasi nikah dini. Penyebabnya tak lain dari hamil di luar nikah dan faktor ekonomi. Hal ini membuat angka perkawinan di bawah umur meningkat salah satunya provinsi Jawa barat yang merupakan penyumbang tertinggi di Indonesia berdasarkan data Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional Tahun 2020.

Menurut perkataan Menko polhukum Manfud MD, untuk melindungi perempuan supaya tidak dijadikan kekerasan seksual yang meliputi; pelecehan seksual, eksploitasi seksual, pemerkosaan, pelacuran, pemaksaan perkawinan, penyiksan seksual, dan perbudakan seksual. Maka jalan keluar dari permasslahan tersebut dengan di sahkan RUU PKS, bahwa RUU PKS merupakan bentuk hadirnya negara di dalam penghapusan diskriminasi terhadap perempuan dan menjadikan jalan keluar untuk melindungi perempuan.

Sesungguhnya RUU PKS tidak menjamin permasalahan akan tuntas, sebab paham sekulerisme( pemisahan agama dari kehidupan) masih menjadi landasan kehidupan, menganggap kehidupan di atur hanya dalam hal ibadah saja. Padahal masalah tentang perempuan agama islam telah mengatur dalam surat yang di khusus membahas perempuan, yakni surat An- nisa. Begitulah islam memandang perempuan dan memuliakan perempuan.