By : Hafidhah Silmi

Jika dianalogikan, khilafah itu ibarat nasi liwet. Nasi liwet dengan Ingredients yang beraneka ragam akan menciptakan cita rasa yang mengguncang di lidah. Begitu juga dengan Khilafah. Ada banyak unsur yang hidup di dalamnya. Ada banyak entitas yang eksis dalam wilayah kekhilafahan yang membentang dari maroko hingga meraoke. Ada muslim, musrik, dan yahudi. Ada beraneka bahasa, warna kulit dan budaya. Semua menyatu dalam satu wadah. Khilafah.

Dan meski catatan sejarah banyak yang memanipulasi eksistensi khilafah, nyatanya jejaknya tetap bisa kita temukan dimana mana. Banyak bukti dan peninggalan sejarah yang jika kita telusuri, maka kita akan menemukan bahwa nusantara adalah bagian dari DAULAH.

Sekuat apapun mereka menghapus jejak khilafah, toh kebenaran akan terkuak juga. Bahwa negri ini adalah bagian dari daulah khilafah.

Lagian ya..
Jejak khilafah kok mau dihapus.
Ya gak akan bisa lah..
Yang bisa dihapus itu cuma jejak mantan.

Selayaknya nasi liwet. Meski banyak makanan impor yang berusaha menggusurnya dengan dogma “makanan kampung”, faktanya saat ini, mulai banyak masyarakat yang kembali meliriknya. Karena rasa gak pernah bohong..

Lhoh..
Kok mirip tagline kecap bango..