By : Fauza Taqiya
(Aktivis Mahasiswi)

Pendidikan atau Uang Lebih didahulukan?

By : Fauza Taqiya
(Aktivis Mahasiswi)

Keadaan Indonesia semasa pandemi ini bahkan belum mengalami peningkatan kesembuhan ataupun hal baik, namun malah peningkatan kasus setiap harinya selalu meningkat. Terakhir kali ini kenaikan kasus di Indonesia mencapai 1000 lebih. Beberapa kebijakan telah diterapkan biasa kita kenal dengan “New Normal”. Banyak aktivitas kembali dilakukan meski dalam kondisi pandemi, seperti halnya aktifnya para pejabat negera (PNS), kemudian pembukaan mall dan tempat pariwisata dengan mewajibkan semua masyarakat mengenakan protokol kesehatan ketika berada ditempat tersebut.

Tak terkecuali dengan kota tercinta Ponorogo yang mulai menerapkan New Normal, di kutip dari TimesIndonesia, rekomendasi dibuka tempat hiburan di Ponorogo diberlakukan, dengan memberikan izin untuk membukan kembali tempat usahanya mulai tanggal 28 Juli 2020. “Pemkab Ponorogo telah mengeluarkan surat pemberitahuan soal diperbolehkannya pelaku usaha karaoke bisa beroperasi kembali mulai tanggal 28 Juli 2020”, kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Ponorogo, Agus Sugiarto. Dimana masih perlunya terdapat catatan ketika akan membuka kembali usaha tersebut, yaitu lolos proses veritifikasi teknis protokol kesehatan dan melakukan protokol kesehatan setelah dibuka dengan adaptasi kebiasaan baru yang sangat ketat. Selain itu, pemandu lagu telah melakukan PCR Swab Test dengan hasil negatif, begitu juga dengan pengunjung menunjukan hasil pemeriksaan rapid test yang hasilnya non-reaktif. Hal ini guna pariwisata di Ponorogo juga ikut beroperasi kembali. (TimesIndoensia.co.id 26/07/2020)

Pemulihan kondisi ekonomi dengan bukanya kembali tempat hiburan malam atau karaoke di Kabupaten Ponorogo ditetapkan lebih kepada guna agar industri pariwisata berjalan dan seluruh kabupaten/kota sudah memulai reaktivasi sektor pariwisata bahkan kabupaten/kota lain sudah buka awal bulan, tegas Agus, Kepala Disbudporpora Kabupaten Ponorogo. (sinyalponorogo.com 25/07/2020)

Bagi pelaku usaha tempat hiburan pun disambut dengan gembira kebijakan Pemkab Ponorogo yang memperbolehkan membuka kembali tempat karaoke. “Kami menyambut gembira atas ijin dibuknya kembali tempat hiburan malam atau karaoke di Ponorogo setelah sekian lama tutup akibat pandemi Covid-19, dan kami juga sudah siap dengan protokol kesehatan yang diberlakukan,” ujar Bram. (TimesIndoensia.co.id 26/07/2020)

Tapi sangat disayangkan dalam kondisi seperti saat ini masih banyak orang berada dalam keramaian, masyarakat malah beramai-ramai pergi untuk melepaskan kejenuhan setelah berada di rumah lebih dari 3 bulan. Namun di saat mall, perkantoran dan tempat pariwisata telah dibuka, lembaga pendidikan masih dilarang untuk melakukan kegiatan, bahkan jika terdapat yang melanggar bisa-bisa lembaga tersebut didikualifikasi dari lembaga pendidikan.

Begitu tak berharganya nyawa masyarakat, ketika pandemi ini diwajibkan untuk menjaga jarak, jauh dari keramaian, serta menjaga kesehatan. Namun hal ini sangat jauh menyimpang dari apa yang disarankan pemerintah ketika awal pandemi. Dimana virus ini sangat berbahaya dengan bukti bahwa sudah lebih dari 40.000 nyawa hilang dan belum terdapat kebijakan pemerintah yang dapat menangani wabah ini. Sekarang malah mendahulukan peningkatan perekonomian dengan membahayakan nyawa masyarakat. Disisi lain pendidikan juga masih harus dibatasi sedemikian rupa, namun bidang perekonomian terus dipacu naik dengan sedemikian rupa.

Kondisi seperti ini sejatinya pernah terjadi pada masa pemerintahan Islam. Cara Islam mengatasi yaitu dengan menetapkan kebijakan yang tepat. Dalam keadaan seperti ini, pemerintah Islam mengisolasi wilayah yang terkena dampat pandemi tersebut. Juga sudah dijelaskan dalam sebuah hadits, “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu” H.R Bukhari. Maka hal ini membuktikan bahwa nyawa masyarakkat sangat diperhatikan pada pemerintahan Islam. Selan itu, ketika

terjadi pandemi maka semua kebutuhan masyarakat akan ditanggung oleh negara. Dimana hal ini seharusnya dijadikan pedoman pemerintah dalam penanganan wabah yang dalam setiap harinya bisa mengambil nyawa rakyatnya, bukan malah mementingkan peningkatan perekonomian dengan cara membuka tempat hiburan malam, namun di bidang pendidikan justru masih sangat dibatasi. Kebijakan tersebut bisa terwujud dengan sistem Islam yaitu Khilafah, bukan dalam sistem Kapitalis yang menjadikan kegiatan yang dilakukan hanya mementingkan untuk menghasilkan materi saja. Wallahu ‘alam bis showwab