Oleh: Marvha Mirandha
(Aktivis Mahasiswi)

Kekhilafahan adalah sistem yang kita kenal sejak masa khulafaur rasyidin. Kekhilafahan sendiri merupakan sistem islam yang menjamin diterapkannya seluruh hukum islam dengan sempurna, dipenuhinya keadilan bagi siapapun serta jaminan tanggung jawab pemerintah sebagai pemelihara rakyatnya, maka dengan sistem islam ini kita mengenal betapa kemuliaan islam dapat memuliakan manusia seutuhnya, baik dari kalangan muslim maupun non muslim.

Baru baru ini setelah pengubahan museum Hagia Shopia kembali menjadi masjid setelah lama kehilangan fungsinya sebagai masjid tempat orang orang bersujud pada Rabbnya, membawa semangat baru bagi kaum muslimin di Turki untuk kembali pada sistem kekhilafahan yang sangat dirindukan, yang pernah diterapkan selama kurang lebih 1.300 tahun.

Namun, bukan tanpa hambatan ketika seruan itu kembali menggema melalui sebuah majalah di Turki, muncul pula permasalahan lainnya, yakni tuntutan akan majalah yang memuat keinginan dikembalikannya sistem islam ini.
Asosiasi Bar Ankara mengajukan pengaduan pidana terhadap Gerçek Hayat. Majalah yang dimiliki oleh Albayrak Media Group ini mengeluarkan seruan untuk membangkitkan kembali kekhalifahan Islam.(Republika.co.id)

Keinginan ummat untuk mengubah hal yang sangat mendasar ini sebagai jawaban atas segala problematika yang terjadi, tidak berjalan mulus tanpa hambatan, ummat harus kembali kecewa dengan hal ini. Pasalnya rezim sekuler masih tetap menghalangi kembalinya sitem ini ditengah tengah ummat.
Juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pada Senin (27/7/2020) meyakinkan kaum skeptis bahwa Turki akan tetap menjadi republik sekuler setelah majalah Gercek Hayat menimbulkan kegemparan dengan menyerukan pembaruan kekhalifahan.
“Republik Turki adalah negara yang demokratis dan sekuler berdasarkan aturan hukum,” kata Juru Bicara Omer Celik dalam sebuah cuitan di Twitter.(beritakaltim.co)

Hal ini berbanding terbalik, dengan semangatnya pemerintahan Turki mengembalikan museum Hagia Shopia menjadi masjid. Sifat hipokrit Sekuler Turki itu tak sekeras kepada seruan dan aksi pengembalian Hagia Sophia (Aya Sophia) dari musium menjadi Masjid. Tak berani pula menyerang Khatib yang memegang Pedang Penaklukkan Ustmani pada khutbah Jum’at pekan lalu (23/7/2020).(TrenOpini.com)

Banyak pihak beranggapan bahwa sistem islam ini harus diraih dengan mengangkat senjata. Kekhawatiran ini sungguh tak beralasan. Sistem islam dalam bentuk kekhilafahan bisa dicapai melalui seruan dan nasihat politik, bahkan tanpa harus mengangkat senjata. Hanya saja sekulerisme nampaknya belum rela sistem ini kembali pada pangkuan ummat. Maka, tak ayal seruan untuk kembali kepada sistem islam ini justru dikriminalisasi.

Kembalinya sistem islam; kekhilafahan ini adalah janji Allah dan bisyarah Rosulullah, seperti yang pernah dikabarkan Rosulullah dalam haditsnya;
“..Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya (no. 18430), Abu Dawud al-Thayalisi dalam Musnad-nya (no. 439); Al-Bazzar dalam Sunan-nya (no. 2796)

Bisyarah Rosulullah senantiasa terbuktikan. Maka, dengan adanya bisyarah akan kembalinya sistem islam; kekhilafahan ini pasti juga akan segera kembali pada pangkuan ummat. Karna Rosulullah yang mengabarkan, maka meski banyak hambatan, bahkan tantangan dari sekulerisme, sistem ini akan tetap kembali ke tengah tengah ummat. Sistem yang membawa kejayaan dan kemuliaan islam ini sejatinya adalah salah satu jawaban untuk segala problematika hidup yang terjadi, mengapa demikian? Karna sistem ini memjamin diterapkannya seluruh aturan islam dalam segala aspek kehidupan, sehingga dengan begitu keselarasan hidup akan tercipta karna diterapkannya seluruh aturan Allah yang menjamin kebahagian dunia akhirat. Wallahu’alam bis showwab