Oleh: Barozatul Fajrin
(Ibu Rumah Tangga dan Pemerhati Pendidikan)

Turki adalah salah satu negara yang saat ini menjadi harapan kebangkitan ummat, terlebih setelah peresmian masjid Hagia sopia, umat memiliki ghirah kebangkitan yang lebih besar. Masjid hagia shopia adalah bukti bahwa sabda Rosulullah adalah benar. Dalam sabdanya, Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan kabar gembira kepada para sahabatnya, “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (HR. Ahmad). Kemudian dibuktikan dengan ter taklukkan nya Konstantinopel oleh Muhammad Al-fatih 800 tahun setelah Rosul wafat, dan Al Fatih merubah Hagia shopia yang dulunya museum menjadi masjid.

Sungguh luar biasa semangat kaum muslimin dalam rangka menyambut kabar gembira dari rosul, saat ini kebangkitan itu pun mulai merasuki jiwa-jiwa kaum muslimin yang yakin akan janji Allah dan rosulnya. Seperti seruan sebagian kaum muslimin di Turki untuk membangkitkan kembali kekhilafahan, namun sayangnya hal ini ditolak oleh salah satu partai sekuler yang berkuasa di Turki. Partai berkuasa di Turki telah menolak seruan majalah pro-pemerintah untuk membangkitkan kembali kekhalifahan Islam, menyusul pembukaan kembali Hagia Sophia di Istanbul sebagai masjid.(Republika.co.id)

Juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pada Senin (27/7/2020) meyakinkan kaum skeptis bahwa Turki akan tetap menjadi republik sekuler setelah majalah Gercek Hayat menimbulkan kegemparan dengan menyerukan pembaruan kekhalifahan.”Republik Turki adalah negara yang demokratis dan sekuler berdasarkan aturan hukum,” kata Juru Bicara Omer Celik dalam sebuah cuitan di Twitter. (Republika.co.id)

Padahal telah kita ketahui bersama bahwa Turki adalah salah satu simbol peradaban islam, dengan difungsikan nya kembali masjid Hagia sopia, umat memiliki harapan baru untuk kebangkitannya, umat ingin Islam mengatur dalam kehidupan mereka, dan mereka berharap Turki memiliki peran yang penting dalam hal ini. Namun sayangnya fakta berbicara lain, bahwa sistem kapitalis sekuler akan terus berusaha agar umat menjauh dari aturan islam. Maka tak heran Turki yang mayoritas muslim pun menolak seruan ditegakkan kembali khilafah. Fitnah dan juga tuduhan-tuduhan, serta kriminalisasi bagi para pejuangnya pun terus dihembuskan, hal ini dimaksudkan agar umat jauh dari islam. Mereka berusaha agar islam hanya diterapkan dalam ranah ibadah saja, tidak untuk ranah politik. Mereka sadar betul jika khilafah tegak maka kapitalis akan hancur, dan ini yang mereka takutkan.

Selain itu, kebangkitan umat tidak cukup hanya dengan semangat ibadah semata, namun tetap memisahkan aturan islam dalam kehidupan. Padahal telah kita ketahui bersama bahwa islam bukanlah agama ritual semata, tapi aturan kehidupan yang mencakup segala hal. Jika mau berhukum dengan Islam, serta mau menerapkan islam sebagai aturan hidup, maka keberkahan akan Allah turunkan.

Jika kita cermati sebenarnya, kapitalis dengan asas memisahkan agama dari kehidupan, telah gagal dalam mengatur kehidupan manusia, baik itu dalam hal ekonomi, pendidikan maupun dalam mengatur urusan umat. Kapitalis adalah sumber rusaknya Sumber daya alam terlebih sumber daya manusia. Maka, saat ini tugas kita adalah mengembalikan islam sebagai sistem dalam kehidupan. Sistem Islam atau disebut dengan khilafah Islamiyah akan membawa kebahagiaan dalam kehidupan manusia, karena ia datang dari sang pencipta manusia. Maka wajib bagi kita sebagai seorang muslim untuk memperjuangkannya. Kalau bukan kita ummat muslim yang meperjuangkan, lalu siapa lagi? Kalau bukan saat ini kapan lagi kita akan merasakan manisnya perjuangan penegakkan syariat islam? Wallahu a’lam bishowab.