Oleh : Dafne Keen (Demisioner Badan Ekdekutif Mahasiswa Universitas)

Saat ini Indonesia telah mengalami kepanikan akan tersebarnya ide atau opini tentang ajaran islam politik yang lengkap dan parupurna itu. Bagaimana tidak dari waktU ke waktu pemerintah berusaha membonsai ajaran-ajaranNya yang terpancar di setiap line masyarakat termasuk pendidikan. Yang salah satunya, mulai tahun pelajaran 2020/2021, pembelajaran di MI, MTs, dan MA akan menggunakan kurikulum baru untuk Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. KMA 183 tahun 2019 ini akan menggantikan KMA 165 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah,” kata Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Ahmad Umar dalam rilis yang diterima detikcom pada Sabtu (11/7/2020).

Tidak hanya sekedar itu, Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah kususnya Kementrian Agama ialah meletakkan materi sejarah khilafah, jihad agar korelasi perjuangan yang lebih modern juga moderat.
Sedangkan ketika kita hendak berkaca kepada apa yang telah di contohkan oleh Rasulullah saw, jihad dan khilafah adalah salah satu langkah yang telah di syariat kan dalam nash-nash Al Qur’an dan hadist, juga menjadi langkah yang paling efektif terhadap memperluasnya penyebaran dakwah Islam di muka bumi ini.

Dan hal yang lain yang patut kita sadari ialah bahwa sejarah adalah suatu rentetan perustiwa, dari peristiwa tersebut terdapat pelajaran yang mana nilai-nilainya masyarakat bisa ambil.
Jika pemerintah hendak mengdistorsi salah satu urutan peristiwa tersebut hal itu akan mengakibatkan hilangnya nilai-nilai sejarah itu sendiri.
Yang pada akhirnya masyakrakat dan kususnya generasi kedepannya tidak akan mendapat nilai2 terhadap sejarah islam secara utuh.