Oleh Elvira Masitho

Mulai tahun pelajaran 2020/2021, pembelajaran di MI, MTs, dan MA akan menggunakan kurikulum baru untuk Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. KMA 183 tahun 2019 ini akan menggantikan KMA 165 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah,” kata Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Ahmad Umar dalam rilis yang diterima detikcom pada Sabtu (11/7/2020).


Salah satu upaya yang dilakukan adalah meletakkan materi sejarah khilafah, jihad, dan moderasi beragama secara korelatif dalam berbagai bentuk perjuangan muslim. Perjuangan dimulai sejak zaman Nabi hingga masa kini dalam membangun peradaban Pembelajaran khilafah disajikan dalam sudut pandang sejarah yang menjelaskan karakteristik dan pola kepemimpinan Rasulullah SAW serta empat khalifah pertama. Buku mengisahkan sosok yang sangat dihormati umat Islam tersebut membangun masyarakat Madinah sampai masa Islam modern, yang diwarnai nilai jihad dan moderasi beragama. (11/07)
Dicuplik juga dari wacana berita Okezone menyatakan bahwa Menteri Agama Fachrul Razi menegaskan, sebagai institusi yang diberi amanah untuk menjadi leading sector, Kementerian Agama terus memperkuat implementasi moderasi beragama. Hal ini ditegaskan Menteri Agama Fachrul Razi dalam diskusi daring dengan Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental, Kamis kemarin. (03/07)


Sekilas tentang berita tersebut, upaya-upaya yang dilakukan Kemenang saat ini merupakan bagian dari proyek penyesatan ajaran agama. Karena ajaran Khilafah dan jihad yang seharusnya diketahui oleh siswa-siswa terutama siswa muslim malah diubah jadi ajaran moderasi beragama. Hal ini tentu berbahaya, karena ajaran moderasi sebenarnya menghendaki bahwa dalam beragama itu harus mengambil jalan tengah dan tidak mendukung ajaran khilafah/jihad. Hal ini juga sebenarnya merupakan proyek besar dari sistem sekulerisme-kapitalisme. Karena ketakutan yang luar biasa terhadap tegaknya peradaban Islam. Jika generasi diberi pengetahuan tentang Khilafah dan jihad, maka berpeluang dapat menumbuhkan semangat untuk menegakkan tatanan baru, dunia Islam yang dapat menghancurkan peradaban mereka.
Karena saat ini pertentangan antara yang hak dan yang bathil senantiasa ada di sepanjang zaman. Tidak hanya dulu bahkan saat ini pertentangan terhadap Islam sangat menghujam sangat keras. Tidak hanya dari segi sistem pemerintahan saja, namun segi pendidikan juga ikut menggarap proyek peniadaan ajaran Khilafah dan Jihad. Hal ini tentu secara otomatis dapat melemahkan pemahaman generasi Islam bahkan berpeluang untuk menentang ajarannya sendiri.


Oleh sebab itu sebagai umat muslim maka kita harus sadar bahwa pertentangan antara yang hak dan batil tidak pernah padam. Bahkan dari segala lini dilakukan oleh pemerintahan untuk menghalangi tegaknya bisyarah Rasulullah. Selain itu umat Muslim juga harus sadar bagaimana sebenarnya konteks politik global yang benci terhadap Islam dan berusaha untuk menjauhkan umat muslim dari ajarannya. Tetapi kita juga harus yakin bahwa sebesar apapun daya upaya mereka, maka tidak akan mampu menghalangi tegaknya Islam di dunia.