Oleh: Maman El Hakiem

Negeri jiran Malaysia akhirnya mengikuti Singapura menyatakan negaranya saat ini dilanda resesi ekonomi. Pandemi yang masih berlanjut ini,telah membuat banyak negara pontang panting menyelamatkan ekonominya. Setidaknya sepuluh kelas negara maju saja seperti Jerman, Perancis, Italia,Korea Selatan dan lainnya dilansir Kompas.com, 13/8/2020 telah lebih dulu bertekuk lutut terhadap serangan tak terduga dari wabah Covid-19. Sistem ekonomi kapitalisme telah tampak kerapuhannya saat uang tidak lagi berkuasa.

Sebagaimana diketahui kebutuhan uang yang banyak tanpa diiringi peningkatan daya beli masyarakat dan produktifitas barang,hanya akan menjadikan uang bagaikan sampah. Besar nilai nominalnya,tetapi minim fungsinya. Inilah yang akan terjadi jika pemerintah tidak lagi dipercaya dalam pengajuan utangnya dan terpaksa meminta cetak uang baru. Penyakit kapitalisme kalau tidak membuka utang baru, pasti mencetak uang baru. Masalah yang akan terjadi tentu resesi dan turunnya nilai mata uang. Karena itu negeri ini bersikukuh menyembunyikan resesi yang tengah dialaminya.

Satu akar masalahnya kebiasaan utang para pengusaha, jika terjadi resesi utang mereka tidak bisa ditagih oleh pihak bank karena alasan keputusan pemerintah menyatakan resesi. Secara politis juga berdampak pada tingkat kepercayaan rakyat pada penguasanya bisa menimbulkan mosi tidak percaya rakyat yang berujung pada upaya melengserkan kepemimpinan. Secara naluri tentu para elit politik lebih memilih pada posisi bertahan pada posisi nyaman.

Karut marutnya penanganan wabah tidak lepas dari salahnya pemerintah yang telah mengadopsi pemikiran kapitalisme sebagai solusi. Padahal, kapitalisme sejatinya produk akal manusia yang terbatas dan tak mampu menjadi solusi atas bencana yang dihadirkan Allah SWT. Harusnya pandemi ini jika disadari sebagai peringatan, tentu solusinya kembali mengacu kepada pemberi peringatan itu sendiri, yakni aturan hukum Allah SWT.

Diibaratkan tubuh manusia ada organ jantung yang sakit, maka perlu dokter ahli yang faham betul tentang anatomi jantung tersebut,sehingga dicarikan cara mengobatinya. Ekonomi kapitalisme yang secara fikrah(pemikiran) sangat rapuh tentu tidak bisa terselamatkan jika solusinya atau metode penyelesaiannya tanpa melibatkan konsep ekonomi dari langit, yaitu sistem ekonomi Islam.

Karena itu resesi ini harus diakui secara jujur sebagai kegagalan ekonomi kapitalisme, pemerintah harus mau menerima konsep pemikiran Islam secara menyeluruh dalam pengaturan urusan rakyatnya. Karena Allah SWT telah memberikan sinyal bagi mereka yang hidup dalam ketakwaan,artinya ketaatan kepada hukum syariat akan mendapatkan keberkahan dari langit dan di bumi.”…sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa,pastilah Kami melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.”(QS: Al A’raf: 96).

Wallahu’alam bish Shawwab.***