By : Vivin Nailufar

Dalam rangka pemulihan ekonomi Nasional (PEN) di tengah pandemi Covid-19 pemerintah berencana memberikan bantuan kepada karyawan swasta dengan gaji dibawah Rp 5 juta. mereka nantinya bakal menerima tranfer tunai Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan.

Ketua Pelaksaan Komite Penaganan Covid-19 dan pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir mengatakan ada 13,8 juta pekerja yang bakal mendapatkan bantuan. Data nya diambil dari BPJS Ketenagakerjaan. Kriterialnya mereka bukan PNS-pekerja BUMN dan memiliki iuran dibawah Rp 150.000/bulan. total anggaran yang dipersiapkan pemerintah mencapai Rp. 31,2 T. (tirto.com)

BLT ini disalurkan kepada pekerja yang dirumahkan ataupun gajinya dipotong dan masih terdaftar aktif membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Sudah tepatkah penyaluran BLT hanya kepada para pekrja yang terdaftar di BPJS, sedangkan mereka ialah orang- orang yang belum di PHK, masih membayar iurannya, dengan pendapatan ekuivalen dibawah Rp. 5 juta. Lantas bagaimana nasip para pekerja yang perekonomian nya sulit tapi tidak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan akibat terkena PHK, dirumahkan, habis kontrak, dan juga tidak terdata Kementrian Ketenagakerjaan.

Sebenarnya di tengah pandemi ini pemerintah memberikan bantuan kepada rakyatnya dengan merata tidak melihat kaya atau miskin, kerena pemerintah wajib menangung kebutuhan dasar masyarakat.

Sudah saatnya masyarakat menyuarakan islam kaffah agar permasalahan yang dihadapi masyarakat bisa terselesaikan dengan di terapkan nya sistem Khilafah Islam.