Oleh: Ummu Syauqiya

Tidak tahu sampai kapan pandemi virus corona ini berakhir. Masyarakat mulai gerah dengan kondisi saat ini. Sebagian besar aktivitas bergerak begitu lambat bahkan vakum, seperti: jual beli, sekolah dan pariwisata. Semua orang dibuatnya mencari cara, bagaimana agar hal ini kembali berjalan sebagaimana mestinya. Hanya untuk menyambung hidup, pasca tanpa adanya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).
.
Berbeda halnya dengan pemerintah kota Bogor, memperpanjang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pra-adaptasi (PSBB-AKB) selama sebulan mulai dari 4 Agustus hingga 3 September 2020. Wakil Wali Kota Bogor, Dede A Rahim, di Kota Bogor, Selasa  (4/8), mengatakan pihaknya memutuskan memperpanjang PSBB PRA-adaptasi dengan pertimbangan penyebaran Covid-19 di Kota Bogor masih fluktuasi (republika.co.id, 5/8/20).
.
Di samping itu, Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis terkait data pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19. BPS mencatat, pertumbuhan Indonesia minusnya hingga 5,32 persen pada kuartal IIS 2020 (jakpusnews.com, 5/8/20).
.
Sehari setelah Pemerintah kota Bogor  melaksanakan Pembatasan  Sosial Berskala Besar Pra-adaptasi Kebiasaan Baru (PSBB-Pra AKB), ternyata berbanding lurus dengan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik  (BPS). Hal ini menunjukkan begitu besar pengaruh pelaksanaan PSBB Pra-AKB di Bogor.
.
Pertumbuhan ekonomi juga diperparah oleh rendahnya tingkat kepercayaan dari konsumen dan investor, karena dinilai jeleknya dalam mengatasi Pandemi. Artinya, pemerintah harus memperbaiki hal ini. Solusi pun sudah dilakukan seperti kebijakan fiskal dan moneter. Namun pada kenyataannya solusi ini tidak mampu mengatasi perekonomian yang sedang kontraksi  ke arah resesi.
.
Alhasil, dampaknya masyarakat berusaha sendiri agar dapat terpenuhinya kebutuhan pokok. Mulai dari kepala rumah tangga hingga istri, ibu dari anak-anak. Kran kemiskinan, eksploitasi perempuan dan keluarga telah terbuka. Kalau sudah begini, siapa saja akan bekerja apa saja demi keluarga. Perempuan pun terpaksa bekerja dan mengorbankan segalanya. Bekerja untuk pemenuhan keluarga itulah yang ada dipikirin keluarga saat ini. 
.
Eksploitasi pun terjadi. Perempuan kehilangan martabat disebabkan bekerja yang mengharuskan mengumbar aurat. Keindahan atau seksualitas tubuh dijadikan alat untuk mempromosikan produk.
.
Mengapa hal ini terjadi? Akibat dari kemiskinan dan eksploitasi yang sistematik. Sistem bisnis inilah yang dikembangkan oleh Kapitalisme. Memandang perempuan sebagai alat yang dapat dieksploitasi. Tak heran, ketahanan keluarga rapuh demi untuk bertahan hidup. 
.
Kapitalisme membuat keluarga dan perempuan kehilangan segalanya demi menggenjot angka-angka sebagai parameter pertumbuhan ekonomi. Menaikkan pendapatan nasional, juga pendapatan perkapita maka jumlah tenaga kerja harus lebih besar dari pengangguran guna mengurangi tingkat kemiskinan. Inilah paradigma yang mendasar dan berbahaya pada sistem ekonomi kapitalisme.
.
Ironisnya para pemimpin, khususnya negeri-negeri muslim, justru dengan bangga menerapkan dan memuja sistem ekonomi kapitalisme ini. Padahal, ketidakmampuan sistem dalam mengatasi masalah perekonomian sejahtera sudah dirasakan sejak lama.
.
Sistem ini rentan, ditambah pandemi Corona mempengaruhinya sangat signifikan. Berkali-kali jatuh kemudian bangkit dengan semu. Dipertahankan sebagai sistem yang mengatur perekonomian dunia, padahal sistem ekonomi islam memiliki  ketahanan terhadap goncangan resesi. 
.
Jadi, perekonomian dunia mengalami resesi bukan semata-mata akibat dari wabah pandemi corona. Melainkan karena sistem ekonominya tegak atas dasar sistem ekonomi kapitalisme, memiliki kecacatan sejak lahir.
.
Islam sebagai agama yang sempurna memiliki cara pandang yang khas dalam menyelesaikan persoalan ini. Islam membangun masyarakat dengan landasan akidah. Memiliki konsep kebahagiaannya adalah meraih ridho Allah. Maka, aktivitas apapun harus berjalan sesuai  dengan akidahnya.  
.
Selain itu, Islam telah memberikan status terhormat kepada perempuan. Baik itu sebagai ibu yang mengurus rumah tangga. Status kehormatan perempuan benar-benar dijaga oleh islam.
.
Bekerjanya  perempuan pun diperbolehkan dengan memperhatikan hal-hal yang tidak mengeksploitasi sensualitas tubuh. Islam menjamin hak perempuan untuk memiliki dan mengembangkan harta. Islam pun tidak akan menelantarkan keluarga hanya disebabkan oleh kemiskinan. 
.
Cara mengatasinya keluarga miskin dalam Islam, adalah menerapkan distribusi tepat sasaran  dan menolak model keuangan berbasis riba. Hal ini diyakini akan menciptakan kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan, tidak rentan goncangan krisis ekonomi dan keuangan dunia. 
.
Ekonomi Islam mampu menghapus penderitaan dan membawa perubahan bagi kehidupan perempuan – dalam keluarga khususnya – dan umat islam pada umumnya. .
Allah berfirman dalam Al-Quran pada surat Thaha ayat 124, artinya: “siap saja yang berpaling dari peringatan-Ku, sungguh bagi dirinya kehidupan yang sempit.

Wallahu a’lam bish shawab.