Oleh: Magnolia

Saatnya negeri ini membuktikan kedaulatan kesehatan rakyatnya melalui vaksin covid-19 merah putih. Keberpihakan negara terhadap kesehatan dan ketersediaan Vaksin Covid-19 yang terjangkau adalah keinginan seluruh rakyat Indonesia di masa pandemi.
.
Kebutuhan vaksin Covid-19 kian mendesak, tetapi jangan lunturkan riset vaksin Merah Putih buatan anak negeri. Benar, jumlah pasien positif terus bertambah di beberapa klaster (dari perkantoran menjadi rumah tangga) pada daerah tertentu.

Di samping itu, masyarakat terus merasa khawatir dengan tekanan penghasilan ekonomi mereka di tengah pandemi yang seakan tak berujung. Masyarakat juga pemerintah berkeinginan agar pandemi ini segera berlalu. Agar pergerakan dan aktivitas masyarakat, juga roda perekonomian kembali normal.

Akan tetapi, persetujuan kerja sama antara PT. Bio Farm – milik BUMN (Badan Usaha Milik Negara) – dengan Vaksin Virus Covid-19 buatan Sinovac, Beijing Tiongkok. Hendaknya tidak menghentikan langkah riset vaksin Merah Putih.

Profesional dan ilmuwan yang memiliki keahlian di bidang pengembangan vaksin itu tidak seharusnya berhenti. Atas dasar tanggung jawab intelektual untuk kemaslahatan orang banyak. Harusnya pekerjaan mereka didukung penuh oleh negara. Menyangkut segala sesuatunya, sarana – prasarana; bahan dan biaya riset sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab bangsa.

Kapan lagi negara ini berdaulat penuh dalam bidang kesehatan, obat-obatan, riset dan profesionalitasnya. Perusahaan kesehatan dan obat-obatan milik BUMN harus bersinergi dengan universitas dalam riset dan teknologi obat dan kesehatan. Jangan terus bergantung kepada obat dan teknologi impor. Kesehatan dan kekuatan fisik/intelektual rakyat adalah martabat bangsa. 

Keberhasilan untuk mendapatkan vaksin Covid-19 Merah Putih adalah tanggung jawab negara. Vaksin Covid-19 Sinovac, harusnya hanya alternatif tujuan bersifat sementara sebelum vaksin anak bangsa terwujud.

Kerja sama perusahaan obat BUMN dengan perusahaan obat asal Tiongkok, Sinovac. Hendaknya benar untuk mencapai kesehatan rakyat banyak. Mengingat bahwa virus ini telah lolos dan akan melaksanakan uji klinis tahap-3.  Indonesia (Bio Farm)  ikut menyediakan 1.620  relawan untuk uji klinis akhir tersebut. Apabila uji tahap-3 di beberapa negara, termasuk Indonesia ini berhasil, maka vaksin tersebut akan dipakai di seluruh Indonesia dan dunia. Majelis Ulama Indonesia meminta transparansi pemerintah dalam uji klinis tahap akhir itu (wartaekonomi.co.id, 18/8/20).

Dalam pandangan pemerintah, melalui ungkapan Sekretaris Bio Farm – Bambang Heriyanto – melakukan kerja sama dengan Sinovac adalah menguntungkan (kompas.com, 5/8/20).  Disebabkan mendapatkan transferan proses teknologi vaksin yang telah dilakukan Sinovac kepada Bio Farm.

Melalui proses downstream menuju upstream. Maksudnya, bahan aktif vaksin akan diberikan oleh Sinovac kepada Bio Farm untuk selanjutnya diracik dan diformulasikan di Indonesia.

Bayangan pemerintah, anggapan ekonomis dan menguntungkan karena proses dan uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac telah berjalan  dan mendekati tahap akhir, Indonesia tidak perlu memulainya dari awal. Benarkah demikian?

Pandangan pemerintah terhadap kerja sama ini belum tentu tanpa barter bernilai ekonomi bagi China. Jangan di kemudian hari oleh pemerintah, vaksin ini kembali diswastakan. Ditenderkan dan menjadi hak suatu perusahaan obat swasta tertentu atau mungkin status tetap impor. Sehingga membuka keran-keran kapitalisme dan gratifikasi.

Kesehatan rakyat kelas menengah dan ke bawah jangan menjadi objek ekonomi dan terzalimi. Saatnya Islam menjadi sandaran hukum, bahwa kesehatan berdampak kepada kemaslahatan umat. Kesehatan dan kekuatan rakyat menjadi faktor terpenting dan utama dalam menjaga kedaulatan negara. Wajib dipenuhi oleh Bangsa kelayakan, distribusi dan kehalalan vaksin.

Mengingat ribuan relawan akan ikut uji klinis tahap-3. Hendaklah pemerintah berhati-hati. Nilai ekonomi tidak berharga disandingkan nyawa-nyawa yang hilang, jika fungsi kontrol terhadap vaksin/obat tidak dijalankan oleh negara dalam pemerintahannya.

Hal wajar, terlebih dahulu memastikan keamanan dan kelayakan aplikasi vaksin sesuai fungsinya, tanpa efek samping yang akan membahayakan ribuan jiwa.

Untuk menghindari kompromi perdagangan dalam keterdesakan kebutuhan vaksin Covid-19. Maka pemerintah (Bio Farm) tetap harus totalitas, mendukung keberhasilan riset dan uji klinis untuk terwujudnya vaksin Covid-19 Merah Putih secepatnya. Kemudian memastikan vaksin menjadi barang kebutuhan primer yang terjangkau di tengah pandemi dan himpitan ekonomi.

Wallahu a’lam bish shawab.