Oleh : Ustadzah Ruhana

Hari Kamis, 20 Agustus 2020 kemarin, bertepatan dengan 1 Muharram 1442 H, adalah pemutaran perdana atau premier film Jejak Khilafah di Nusantara (JKDN). Diketahui, film JKDN yang merupakan film dokumenter tersebut mendapat sambutan luar biasa dari warganet, terlepas dari adanya pro dan kontra dibaliknya.

Tercatat pendaftaran tiket virtual sebanyak 250 ribu lebih dan empat tagar terkait film ini berhasil tren di Twitter. Bahkan, menurut pantauan pengamat media sosial, Rizki Awal, tayangan langsungnya mencapai rekor 430 ribu lebih tayangan.

*Pemblokiran Sia – Sia*

Antusiasme masyarakat pada film ini sudah ada sejak awal launching 2 Agustus 2020 lalu dan setelah munculnya Official Teaser pada 9 Agustus 2020 di youtube. Meski film belum tayang, namun banyak pihak sudah meriang, hingga teaser film sempat beberapa kali tidak bisa diakses di Khilafah Channel, di youtube.

Dan sebagaimana yang kita ketahui bersama, Kamis 20 Agustus 2020, saat premier JKdN, tidak kurang dari tiga kali pemblokiran dilakukan oleh pihak-pihak yang merasa terganggu.
Namun biidznillah, film ini sukses karena pertolongan Allah disamping usaha keras pihak penyelenggara serta doa dan kesabaran pemirsanya.
Sampai kemudian pasca premier warganet riuh, bukan sekedar membicarakan isi film semata, tapi juga tentang pemblokiran yang dilakukan atas nama otoritas pemerintah. Banyak warganet mempertanyakan tentang hukum mana yang dilanggar, mana kebebasan dan kemerdekaan yang katanya ada. Warganet berkesimpulan bahwa pemblokiran film ini menunjukkan kalau kebebasan demokrasi hanya mitos semata.
Keberhasilan ini adalah kemenangan dakwah Islam. Hal ini membuktikan bahwa kita tidak akan kalah dalam mengukirkan sejarah, ketika kita telah benar-benar siap untuk meneruskannya. Islam pasti akan menang, Insya Allah.

*JKDN Penting untuk Generasi Umat*

“Jika sejarah itu benar, maka ibrah (pelajaran.) yang akan didapat adalah benar. Namun jika sejarah itu ditulis salah, maka ibrah yang akan didapatkan adalah salah,” demikian ungkap Ustaz Ismail Yusanto dalam talk show peluncuran film dokumenter Jejak Khilafah di Nusantara (JKdN), Kamis, 20/8/2020, di saluran streaming Khilafah Channel.
Sejarah sangat penting ketika digunakan untuk menggali kebenaran. Untuk itulah harus dimunculkan sejarah yang benar. Maka produksi film JKdN ini bermaksud menyajikan sejarah Islam yang kredibel melaui film dokumenter berdasarkan data-data otentik (‘jejak-jejak’) yang tersebar di Nusantara. Karena “Jejak-jejak ini tidak terlihat, dikaburkan seperti tertutup pasir. Nah, dalam film ini kita akan menyapu pasir itu sehingga jejak-jejak itu bisa terlihat,” Kata Nicko Pandawa, sejarawan muda, script director film JKdN dalam talk show pre-launching film di kanal Youtube Khilafah Channel, pada Ahad (2/8/2020) lalu.

Film JKdN berbicara tentang bukti bahwa Khilafah Islamiyah yang dulu pernah berpusat di Turki mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Nusantara, bahkan keeratan itu telah muncul sejak masa Khalifah Utsman bin Affan. Sehingga film JKdN yang merupakan dokumenter sejarah berkaitan dengan khilafah, tak perlu ditakuti. Apalagi banyak bukti menunjukkan kekuasaan Islam dalam khilafah telah menyebarkan kebaikan dan hidayah ke Nusantara. “Tidak perlu ada yang ditakutkan dalam kekuasaan Islam yaitu Khilafah karena bukti yang menunjukkan itu adalah kebaikan, serta menyebarkan Islam ke Nusantara adalah hidayah, ujar Cendekiawan Muslim KH. Rokhmat S. Labib saat pemutaran perdana film, Kamis (20/8/2020).

Bahkan Generasi saat ini pun harus memahami sejarah agar menjadi generasi yang meraih kemuliaan, sebagaimana pernah diraih dalam naungan kekhilafahan pada masa lalu. Film JKdN adalah gambaran yang dibutuhkan generasi kita karena saat ini mereka tidak memiliki gambaran yang utuh tentang mewujudkan keislaman mereka secara totalitas, termasuk anak-anak kita. Maka film ini bisa menjadi momentum untuk memberikan fakta sejarah yang benar bagi generasi. Dengan harapan, agar nanti akan terwujud generasi penerus yang bercita-cita besar untuk menegakkan kembali Islam dan menjadikannya sebagai pemecah masalah di negeri ini.

*Khilafah adalah Syariah yang Agung*

Sejarah menunjukkan Rasulullah SAW menerapkan Islam di Timur Tengah tanpa adanya pemaksaan pada non muslim untuk memeluk Islam atau membumihanguskan mereka. Yang ada justru menebarkan hidayah hingga ke Nusantara. Dalam film JKdN banyak menunjukkan bukti peran Khilafah yang luar biasa di Nusantara

Dan bukti hal itu adalah apa yang terjadi pada masa Kekhilafahan Abbasiyyah, Umayyah dan juga Utsmaniyyah ketika menyebarkan Islam ke Nusantara. “Tidak pernah ada kekayaan negeri ini diambil dan dirampok. Yang terjadi malah sebaliknya, negeri ini yang sebelumnya diliputi oleh kegelapan tidak mengerti tentang hidayah akhirnya mendapatkan hidayah. Bahkan jika ada negara-negara kafir penjajah datang ke negeri ini, Khilafah Utsmani akan hadir untuk membela negeri ini dari penjajahan.
Oleh karena itu semestinya tidak ada yang perlu ditakutkan dari khilafah, karena khilafah itu sejatinya adalah menerapkan Islam secara Kaffah. Dan syariat Islam itu dari Allah SWT maka bagaimana mungkin ajaran dari Allah menzalimi manusia sendiri, yang ada hanya adalah kebaikan kebaikan dan kebaikan. Inilah bukti bukti yang diungkap di film JKdN.

*Ambil Pelajaran Dari JKDN*

Saat ini banyak persoalan negara yang belum terselesaikan, bahkan terus bertambah. Akibat penjajahan negara kafir Barat yang datang untuk merampok dan mengambil kekayaan negara ini untuk dibawa ke negara mereka. Sangat berbeda dengan Khilafah.

Harusnya umat ini sadar bahwa begitu banyak kebaikan yang diberikan Islam, terbukti dalam jejak-jejak sejarahnya.
Untuk itu apakah layak kita tetap menjadi pemuja demokrasi, kapitalisme dan sekulerisme yang nampak kepalsuannya? Penjegalan premier film JKdN adalah bukti kesekian akan narasi kebohongan yang mereka gaungkan.

Rezim sebagai representasi pelaku demokrasi dalam negeri dan platform penyedia video populer sebagai representasi pelaku kapitalisme global, sama-sama tak mampu menghadapi kenyataan, bahwa demokrasi dan kapitalisme hanyalah otoritarian berbaju kebebasan.
Menurut Doni Riw seorang sejarawan dalam laman FB-nya, Film JKdN adalah kemenangan tiga lapis. Pertama, film ini membuka fakta sejarah yang selama ini ditutupi. Ke dua, pemblokiran film ini menunjukkan bahwa kebebasan demokrasi hanya mitos semata. Ke tiga, keberhasilan penyelenggara dalam berkelit dari tiga kali pemblokiran adalah kemenangan perang gerilya cyber yang bahkan medan pertempurannya adalah milik kapitalis sendiri.

Lebih dari itu, Film JKdN sekaligus menjadi tanda kekalahan peradaban sekuler yang sebentar lagi akan menjadi nyata. Tentu umat tak boleh terlena dengan kemenangan ini. Umat harus segera mempersiapkan diri pada pertempuran besar selanjutnya yang pasti lebih sengit, sekaligus mengubah sejarah peradaban dunia ini.
Ingat, sejarah ini akan berulang kembali karena Rasulullah SAW sudah mengabarkan akan tegaknya kembali Khilafah yang mengikuti metode kenabian. Ini berita yang disampaikan oleh Rasulullah SAW kepada kita. Tidak ada seorang pun yang bisa menghentikan sejarah dan tidak bisa menggagalkan sejarahnya yang ada hanya akan berakhir sia-sia dan penyesalan. Karena itu akan seperti mencegah terbitnya matahari.
Karena itu, Janganlah kita sampai menjadi orang-orang yang memusuhi agama Allah SWT jadilah kita semua menjadi pembela-pembela agama Allah SWT dan Insyaallah kita akan ditolong oleh Allah SWT dan di akhirat kelak kita akan dimasukkan ke dalam surga-Nya.
Aamiin..