Oleh : Umi Rizkyi Anggota Komunitas Setajam Pena

Pembebanan terhadap syariat memang belum dibebankan kepada anak-anak. Adapun pembebanan terhadap syariat dibebankan kepada orang-orang dewasa atau baligh saja. Sesuai Sabda Rosullah Saw yang artinya, ” Diangkat pena /taklif hukum dari tiga golongan ; orang tidur hingga bangun, anak-anak hingga baligh dan orang gila hingga sadar.” HR Al Baihaqi.

Sebagai orang tua, kita diwajibkan untuk melatih anak-anak kita sejak dini. Dengan demikian, maka nanti ia dewasa/baligh paham hukum syariat dan siap serta Istiqomah menjalankannya. Adapun tauladan yang Rosullah Saw ajarkan kepada kita, yaitu ketika cucunya Hasan ra mengambil sebiji kurma shodaqoh/zakat. Kemudian ia memasukkan kurma ke dalam mulutnya/hendak memakannya. Rosullah Saw bersabda, ” Kakh, khak, “, agar ia mencampakkan. Lalu beliau bersabda kepada dia, ” Tidaklah engkau sadar bahwa kita tidak halal memakan shodaqoh?” Mustafaq alaih. Dalam hadist di atas, ditegaskan bahwa larangan memakan benda haram. Yaitu barang shodaqoh, yang haram dimakan oleh kholifah dan keturunannya.

Kemudian sabda Rasulullah Saw yang lainnya, artinya ” pemerintahlah anak-anak kalian agar mendirikan solat tatkala mereka telah berumur tujuh tahun, dan pukullah/jika tak mau solat tatkala mereka telah berumur sepuluh tahun.

Untuk menjadikan anak-anak kita taat syariat maka kita harus mencontoh apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah Saw. Adapun trik dan langkah yang harus kita tempuh antara lain;

1. Tanamkan akidah dan sifat-sifat Allah sejak dini. Mengokohkan akidah kepada anak adalah tugas utama bagi kita orang tua. Terlebih lagi mengenalkan asma Allah SWT. Agar kelak ketika baligh, ia akan senantiasa mencintai dna mengamalkan amalan-amalan sholih yang Allah cintai.

2. Tanamkan kecintaan kepada Rosullah sejak dini. Harus dimulai tentang siapa Muhammad Saw. Bahwa Rasulullah Saw, diutus oleh Allah SWT untuk suri tauladan terbaik bagi umat manusia untuk menyampaikan syariat Allah.

3. Mengasah akal anak untuk berpikir benar. Kemajuan teknologi di era globalisasi ini sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Pada tahapan ini, orang tua dituntut memiliki kesabaran yang ekstra dan penuh kasih sayang. Sebab, tidak sekali diajari anak langsung mengerti dan menurut seperti keinginan kita.

4. Kenalkan syariat Islam, termasuk adab dan akhlak mulia. Misal jika seorang muslimah kewajiban memakai jilbab dan khimarnya, larangan mencuri, larangan riba, larangan zina dan lain sebagainya. Juga mengajari anak tentang adab, misal makan dengan tangan kanan, berdoa sebelum dan sesudah makan, menjaga kebersihan, mengucapkan salam dan lain-lain.

5. Memberikan teladan bagi anak. Bagaimana pun anak-anak membutuhkan qudwah dan teladan yang terbaik bahkan hingga ia dewasa.

6. Menanamkan sikap tanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan. Dengan demikian, maka akan tumbuh kesadaran pada mereka bahwa segala perbuatan yang mereka kerjakan akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah di akhirat kelak. Dengan begitu maka ia akan berhati-hati dalam berucap dan bersikap. Dan jikalau ia melakukan kekhilafan maka ia akan segera bertaubat dan memperbaikinya agar lebih baik. Sikap tanggung jawab membuat anak cerdas dalam mengontrol dan mengendalikan dirinya sendiri.

7. Senantiasa memanjatkan doa tanpa tanpa henti untuk keluarga dan anak-anak. Doa orang tua pasa waktu-waktu mustajab merupakan senjata utama, terutama seorang ibu. Maka dari itu, kita perbanyak doa meminta kepada Allah SWT untuk keluarga dan anak-anak kita. Agar senantiasa anak-anak kita menjadi anak yang sholeh serta Allah SWT senantiasa menjaga dan membimbing mereka ke jalan yang lurus. Berdoalah untuk kebaikan anak adalah salah satu ciri hamba Allah yang sholih. TQS Al Furqon 74.
Allahualam bishowab