Oleh: dr. Dana Farah (Co-founder Dokter Kembar)

Gadget dan daring adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Dengan metode pembelajaran seperti ini, anak akan lebih sering memegang gadget dibandingkan sebelum era School From Home (SFH).

Dilain pihak, ternyata ada kecenderungan pada anak untuk sulit berpaling dari HP atau laptopnya meski jam sekolah sudah berakhir.

Sebagai orang tua, ada tanggung jawab untuk bisa menjadi #frontal-lobe mereka. Dengan kata lain, ayah dan bundanya berkewajiban memberikan aturan, batasan dan konsekuensi terkait penggunaan gadget dalam keseharian anak.

Data dari National Institutes of Health (NIH) 2018 menunjukkan bahwa anak yang menggunakan gadget lebih dari dua jam sehari memiliki keterlambatan dalam berbicara dan kelambanan dalam berfikir. Dan anak yang di depan layar lebih dari tujuh jam ternyata membuat #otak bagian depan – yang berfungsi untuk mengendalikan gerakan, ucapan, perilaku, memori, emosi, kepribadian, berpikir, penalaran, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan perencanaan – #menipis.

Tanda awal anak sudah #kecanduan gadget diantaranya:

  1. Anak sudah tidak tertarik main diluar.

Mereka memilih nonton YouTube atau main di HP daripada bermain diluar entah naik sepeda, main sepak bola atau menerbangkan layangan.

  1. Ketika anak marah dan menangis, baru mereda setelah diberikan HP.

Ini pertanda bahwa gadget sudah menjadi “obat penenang” yang mematikan. HP sudah ibarat #moodbooster bagi mereka.

  1. Mulai mencari celah atau bahkan sampai mencuri HP orang tua hanya untuk bisa menonton atau main game.

Kebutuhan untuk merasa gembira karena hormon adrenalin yang berkeliaran didalam otak membuat anak ketagihan sampai tak mampu mengendalikan lagi.

  1. Emosi yang tak terkontrol dan sering meledak hanya karena hal kecil alias #temperamen serta agresif.

Seringnya mereka sangat mudah tersinggung hanya karena satu hal yang sepele dan meski itu adalah masukan sari orang tua mereka tercinta.

  1. Saat TV dimatikan ada rasa frustrasi dari diri anak dan bersikap seolah tidak tahu harus berbuat dan bermain apa.

Tips untuk menghentikan kecanduan gadget:

  1. Contohkan kepada anak penggunaan gadget yang bijak.

Seperti kata pepatah “Action Speaks Louder”. Seberapa sering dan lama orang tua di depan HP akan mempengaruhi seberapa lama anak ingin menghabiskan waktu di depan layar.

  1. Batasi penggunaannya.

Aturan dasar yang digunakan adalah bolehnya pemakaian gadget selama jam sekolah. Saat kelas berakhir maka anak harus istirahat dari gadget.

  1. Ubah rutin mereka.

Buat, diskusikan dengan anak dan tulis jadwal mereka setiap hari dari pagi sampai malam.

  1. Pastikan gadget tidak mudah diakses oleh anak.

Entah disimpan di tempat yang tinggi atau tempat yang tidak mereka tahu. Jika itu TV atau internet maka kabelnya harus dicabut.

  1. Usahakan ada waktu tiap hari main diluar meski hanya minimal 30 menit.

Bermain bersama teman mereka di teras rumah dengan pasir, air atau kardus akan mengukir memori indah bagi anak. Karena pengalaman di luar rumah lah yang akan lebih melekat dalam benak anak.

  1. Bermain bersama anak di rumah.

Waktu yang berkualitas adalah salah satu bahasa cinta yang paling jarang dan sulit diungkapkan oleh orang tua kepada anak.
Padahal hal ini akan mampu membangun kepercayaan anak kepada orang tuanya.

  1. Libatkan anak dalam tugas keseharian sesuai umur.

Ketika anak merasa telah menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan, mereka akan merasa bermakna bagi ayah bundanya. Hal ini akan memacu rasa percaya dirinya.

Semakin anak jauh dari gadget maka semakin mudah untuk dikendalikan baik secara emosi maupun perilaku. Marilah menjadi orang tua yang bijak. Gadget hanya sarana menuju tujuan. Pastikan penggunaannya bukan justru menghambat untuk menuju destinasi yang sudah kita pahami dan yakini.

Riyadh, 25 Agustus 2020

🩺🩹💊🧬🦠🩺🩹💊🧬🦠🩺🩹💊🧬🦠

Saya menantang @Ummu Naqiya Shaliha untuk menuliskan tema terkait kesehatan. Semoga berkenan untuk menuliskannya, dan setelah itu tag temanmu untuk menuliskan tema serupa ya. Terima kasih.

Revowriter

BeraniMenulisBeraniBerbagi

RWC2020

Gemesda