Oleh: Maman El Hakiem

Ideologi itu adalah ide dasar. Berawal dari ide,suatu alur kehidupan dimulai. Bagai sebuah cerita, setiap adegannya memiliki alur yang dikembangkan dari ide dasar. Karena itu ideologi difahami sebagai kumpulan nilai yang mendasari segala aturan kehidupan yang tumbuh di atasnya. Ideologi bukan sekedar pemikiran(fikrah), tetapi juga harus mampu diterapkan, karenanya membutuhkan jalan atau metode penerapannya(thariqah).

Tidak bisa dikatakan sebagi sebuah ideologi, jika sebatas pemikiran. Sebuah ide cerita, belum disebut cerita jika tidak diterapkan pada rangkaian plot atau adegan dalam sebuah skenario atau karya penulisan. Begitupun ideologi,senantiasa mencari jalan agar bisa diterapkan konsep nilainya. Inilah pentingnya adanya kekuasaan atau negara. Masalahnya, dengan cara apa ideologi bisa diterapkan?

Jika mengacu pada pemahaman, bahwa ideologi adalah dasar pemikiran yang menyeluruh tentang kehidupan, maka di dunia ini hanya ada tiga ideologi, yaitu sosialisme,kapitalisme dan Islam. Dari ketiga ideologi tersebut, yang menarik tentu Islam. Karena kehadiran Islam, ternyata tidak sama dengan agama lainnya yang ada di dunia. Kenapa Islam juga termasuk Ideologi?

Agama secara umum adalah ranah spritualitas dan konsep penataan jiwa manusia. Tetapi, Islam memiliki konsep dasar spritualitas dan politis. Mengatur hubungan secara vertikal dengan sang Khaliq, juga horizontal dengan sesama makhluk. Ada konsep akidah, ibadah, muamalah dan siyasah. Namun, bukan hanya sebatas konsep, secara fakta Islam juga sebagai agama dakwah, yang tidak hanya diemban oleh individual, tetapi juga negara. Oleh sebab itu adanya negara yang menerapkan konsep Islam, menandakan itu sebagai ideologi. Berbeda dengan agama lainnya yang hanya sebatas pensucian jiwa atau spiritualitas.

Demikian pula yang terjadi pada kapitalisme dan sosialisme, keduanya dikatakan ideologi karena adanya penjabaran dari konsep kepada aktualitas kehidupan secara keseluruhan. Konsep pemikiran sosialisme dan kapitalisme pun secara nyata disebarkan oleh negara pengusungnya. Bedanya kalau Islam secara konsep berdasarkan wahyu berupa kalam Allah SWT, sedangkan sosialisme dan kapitalisme bersumber dari hawa nafsu pemikiran manusia. Sifat ideologi itu tidak hanya diadopsi,diemban tetapi juga disebar luaskan(didakwahkan). Tinggal kita bertanya, pada ideologi mana kakimu berpijak?

Memahami metode penerapan ideologi menjadi sangat urgen, terlebih Islam memiliki metode khas yang harus mengikuti contoh Rasulullah saw. Maka, ideologi Islam harus dipahami sebagai sebuah aturan yang hanya bisa diterapkan oleh sistem kekuasaan yang tersendiri. Sistem pemerintahan dalam Islam, dinamakan khilafah, dan pemimpinnya disebut khalifah. Istilah istilah tersebut harus dipahami agar tidak salah makna dan berpijak pada sistem yang salah.

Wallahu’alam bish Shawwab.***