Oleh: Marvha Mirandha
(Aktivis Mahasiswi)

“Khilafah”, satu kata yang kembali terdengung keras ditenga-tengah ummat. Tak bisa dipungkiri “khilafah” menjadi topik hangat untuk didiskusikan. Jika dahulu, kata khilafah seolah asing ditengah tengah ummat, kini ummat mulai semakin ingin tahu mengenainya.

Tak hanya jejak kekhilfahan yang ada hampir disepertiga dunia, baru baru ini kita disuguhkan fakta sejarah yang membeberkan, ternyata kekhilafahan pernah ada di Nusantara tercinta ini. Salah satunya disuguhkan oleh karya anak bangsa dalam bentuk film dengan judul “Jejak Khilafah Di Nusantara”.

Namun sayang sungguh sayang, pemutaran film ini tak berjalan dengan mulus. Bahkan ditengah-tengah pemutaran film telah terjadi pemblokiran. Pemblokiran penanyangan Film ‘Jejak Khilafah Di Nusantara’ oleh pemerintah menuai polemik di kalangan masyarakat. Film tersebut diblokir ditengah-tengah siaran langsung secara virtual. Akun Instagram @jejakkhilafahdinusantara mengunggah pengumuman tersebut. Akun tersebut mengunggah tampilan layar saat film diblokir.(GalaMediaNews.Com)

Selain itu Youtube diketahui memblokir tayangan itu dengan menyebut ‘Konten ini tidak tersedia di domain negara ini karena ada keluhan hukum dari pemerintah’. Dilihat hingga Jumat 21 Agustus 2020, terlihat terlihat tayangan video itu sudah dilihat hingga 278.372 kali. (Terkini.id)

Sungguh disayangkan keingintahuan ummat akan adanya jejak khilfah di Nusantara harus terhalang dengan adanya pemblokiran film ini. Pemblokiran ini pada ahkirya memberikan gambaran seolah olah ada upaya untuk mengubur sejarah khilafah di Nusantara. Meski begitu jejak jejak yang ditinggalkan kekhilafahan di Nusantara tak mampu dikaburkan begitu saja, karna banyaj sumber yang justru menjelaskan eratnya hubungan khilafah serta jejaknya di Nusantara.

Khilafah sendiri didefinisikan sebagai sebuah sistem kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia untuk menerapkan hukum-hukum Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Sistem khilafah ini menawarkan solusi atas setiap problematika yang terjadi didalam hidup, yang diambil dari Al Quran dan As Sunnah. Sistem ini pernah dicontohkan oleh para Khulafaur Rasyidin, sampai pada kekhilafahan terakhir Turki Utsmani.

Peradaban Islam telah memberikan tinta emas dalam perjalanan kehidupan manusia dalam berbagai aspek. Kemajuan ilmu pengetahuan hingga kesejahteraan masyarakat turut menjadi catatan gemilang ketika peradaban Islam tegak di muka bumi ini kurang lebih selama 13 abad dalam sistem kekhilafahan. Sejarah telah mengukir catatan, ketika islam diterapkan secara sempurna kesejahteraan hidup mampu dihadirkan ditengah tengah ummat. Hal ini tentu saja membuat ummat semakin penasaran dengan kekhilfahan dan jejaknya di Nusantara. Pada akhirnya begitu banyaknya problematika yang hari ini sedang menggrogoti ummat dari berbagai sisi membuat mereka kembali rindu akan penerapan islam secara sempurna dalam seluruh aspek kehidupan. Wallahu’alam bis showwab.