Oleh: Desi Wulan Sari

Pandemi yang berkepanjangan membuat sebagian masyarakat beralih gaya hidup. Adanya pelarangan berkerumun, atau seedar hang out sudan tidak diperbolehkan lagi. Alhasil banyak masyarakat yang beralih pada gaya hidup lebih ramah lingkungan, salah satunya bersepeda.

Hal yang tidak disangka-sangka bermunculan, semua kalangan ramai-ramai menyemarakkan olah raga bersepeda. Baik dari kalangan atas, menengah dan bawah. Mereka mulai membuat komunitas sepeda baru. keluarga pun tidak ikut ketinggalan semua dibawa, diajak untuk berkeliling sepeda menghilangkan kebosanan karena harus berdiam diri di rumah.

Komunitas sepeda yang berjamuran saat ini, tidak tanggung-tanggung, orang-orang kaya, dan orang-orang yang memiliki kemampuan nutuk membeli, ramai-ramai mengunjungi toko sepeda dengan menwarkan berbagai variasi targa dari yang paling mural sampai harga yang selangit. boomingnya life style ini menjadi tidak terbendung. lihatlah harga-harga fantastis yang ditawarkan, dari kisaran 10 juta hingga 65 juta rupiah. Wow…fantastis, salah satu merk yang Sedang tren saat ini sepeda ‘Brompxxn.

Seakan sebuah dilema, ditengah-tengah kesulitan ekonomi dan hidup masyarakat akibat dampak pandemi, banyak pekerja yang di PHK, di rumahkan, bahkan semakin sulit mencari pekerjaan. Akan tetapi di sisi lain ternyata tidak mempengaruhi gaya hidup sekelompok orang untuk bisa menikmati hidup di tengah-tengah pandemi.

Sah-sah saja, kalau ada yang mampu membeli sepeda super mahal itu. dengan harapan mereka pun tidak melupakan saudara-saudaranya yang sedang kesulitan saat ini. berharap dari sisi kemanusiaan meraka tumbuh subur untuk selalu melihat kondisi kanan, kiri, depan, belakang lingkungan sekitarnya. semoga uluran tangan, bantuan dan kedermawanan para high class biker dalam membantu sesama yang sedang berada dalam kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya, sebanding dengan harga sepeda yang dikeluarkan demi sebuah gaya hidup. wallahu a’lam bishawab.