Oleh : ibu Karti

Kriminalisasi ulama, persekusi aktivis dakwah, pembubaran pengajian dan sederet kejadian miris lainnya, saat ini mulai banyak dijumpai ditengah kehidupan kaum muslimin. Ironisnya, hal itu dilakukan oleh kelompok Islam kepada kelompok Islam lainnya.

Sangat disayangkan sekali hal itu bisa terjadi. Seolah, jika ada beda pendapat, beda pandangan, beda organisasi maka dia bukan saudara seimannya. Padahal, Rasulullah SAW bersabda “muslim itu bagai satu tubuh, bila ada yang sakit maka seluru tubuh akan ikut merasakannya.”

Lihat saja kejadian yang baru baru ini viral di media sosial. Sebuah video yang menunjukkan seorang ulama di Bangil Pasuruan dibentak bentak oleh segerombol orang yang mengatasnamakan ormas tertentu karena dianggap mendakwahkan ideologi Khilafah. Dengan jumawanya segerombol orang tersebut menghardik ulama sepuh dengan bahasa dan intonasi yang kasar. Seolah ilama tersebut mengajarkan ajaran sesat. Ada juga seorang dai muda yang dihujat habis habisa karena dia terpeleset lidah, salah dalam melafadzkan ayat al Qur’an. Dan yang terbaru adalah adanya tuntutan pidana kepada seorang juru bicara ormas karena dinilai masih mendakwahkan khilafah. Sedihnya, semua itu di lakukan oleh saudara sesama muslim.

Apakah saling menghina, saling menjatuhkan, saling memfitnah, saling menyakiti, itu yang di namakan satu tubuh?

Tuntunan apa yang di pakai ? Baginda Rasulullah Saw pasti menangis melihat keadaan umatnya saat ini. Keuntungan apa yang di peroleh dari semua itu? Kenapa lebih mengedepankan ego dan kepentingan pribadi atau golongan, sehingga kebenaran jadi sesuatu yang di ragukan, dan akal tertutup oleh nafsu. Apakah karena kita tidak memegang teguh ajaran-ajaranNya dan masih tertipu oleh kesenangan dunia sesaat.

Sedih!
Miris!
Kecewa!

Para pembenci Islam pasti tertawa bersorak gembira melihatnya.
Saudaraku musuh kita bukan saudara seiman dan seakidah. Jangan biarkan Islam terpecah belah ! Jangan biarkan pembenci Islam merasa menang !

Sadarlah ! bersatulah ! umat muslim tegakkan amar makruf nahi munkar, tegakkan syari’at, agar kita bisa menyelamatkan saudara-saudara seiman yang tertindas yang terdholimi agar Allah ridho terhadap kita.

” Ya Allah kami hamba mu yang lemah, yang hina berlumpur dosa ijinkan kami meminta kepada-Mu. Lindungilah kami dan agama-Mu dari perselisihan dalam kebenaran, dari fitnah dan perpecahan. Tunjukkanlah yang benar adalah benar yang salah tetaplah salah walaupun dibalut dengan seribu alasan. Aamiin ya rabbal alamin.