Oleh : Ibu Kholifah

“Tidaklah kamu akan menjadi orang berilmu, sebelum belajar. Tidaklah kamu menjadi seorang alim dengan ilmu yang kamu pelajari sebelum kamu mengamalkan ilmumu.” (Abu Darda)

“Apabila seseorang menuntut ilmu untuk di amalkan maka ilmu itu akan membahagiakannya. Apabila mempelajari ilmu bukan untuk di amalkan maka bertambahnya ilmu akan membuatnya sombong.” (Malik bin Dinar)

Betapa pentingnya ilmu bagi seorang muslim, karna dengan ilmu dia bisa meraih apa yang di inginkanya. Dengan ilmu dia tau bagaimana tatacara makan dan minum yang berpahala dalam islam, cara bergaul dengan sesama semuanya butuh ilmu.

Bahkan kebutuhan ilmu lebih penting dari makan dan minum. Sampai-sampai Rasulullah SAW mewajibkan bagi seorang muslim untuk menuntut ilmu, bukan sekedar sunnah tapi wajib. Beruntung sekali ALLAH sudah membekali manusia fitrah belajar, fitrah yang mendorong manusia selalu ingin tau.

Kedudukan ilmu sangat tinggi dalam Isalam begitu juga bagi para pemburu ilmu. Rasllullah SAW bersabda: ” Barangsiapa yang keluar rumah untuk belajar satu bab dari ilmu pengetahuan, maka ia tercatat sebagai mujahid ( pejuang) fi sabilillah sampai ia kembali ke rumahnya” ( Riwayat Tirmidzi). Nah sekarang tau khan betapa tinggi kedudukan para pencari ilmu dalam islam.

Memang harus diakui, kesadaran umat islam dalam menuntut ilmu masih sangatlah rendah, terutama ilmu tentang diien. Saat ini ummat islam cuma mengejar ilmu yang sifatnya dunia saja. Seharusnya keluarga muslim sadar akan pentingnya ilmu. Bukan malah sebaliknya ilmu lebih banyak dikuasai oleh orang- orang kafir.

Ummat islam bukan cuma tidak sadar akan pentingnya ilmu, tetapi sifat malas masih menjangkit pada diri kita. Mereka tidak mau ngoyo dan berlelah-lelah dalam mencari ilmu. Yang parahnya, lebih memilih yang instan untuk mengubah nasibnya.

Ditambah lagi kurangnya tanggung jawab dari pemimpin. Para pemimpin lebih mementingkan pembangunan fisik dari pada membangun kualitas manusia. Karna tidak bis dipungkiri membangun manusia tidak langsung bisa di lihat hasilnya. Padahal, pengaruhnya sangat besar bagi kemajuan ummat.

Di dalam islam posisi pemimpin sangatlah penting. Pemimpin yang tak faham pentingnya ilmu tidak akan mendukung terbangunya masyarakat yang berilmu. Mereka akan mengambil kebijakan yang menyesatkan dan mbahayakan. Abdullah bin Amr bin Ash berkata, “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam nersabda, ‘sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya langsung dari hamba- hambanya. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan ulama, maka manusia mengambil pemimpin-pemimpin yang bodoh. Tatkala mereka di tanya, mereka berfatwa dengan tanpa ilmu, maka mereka itu sesat dan menyesatkan.” (Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah).