Oleh: Titik Musrifatun

Ditengah pandemi Covid-19, angka gugat cerai meningkat tajam, rerata karena masalah ekonomi. Fenomena ini menunjukkan rapuhnya ikatan rumah tangga. Pandemi memang menimbulkan problem ekonomi yang berakibat ketegangan hubungan antarkeluarga, dari cekcok, KDRT, hingga berujung perceraian.

Hal ini marak terjadi karena tak adanya perlindungan hukum untuk keutuhan keluarga oleh semua pihak. Suami istri yang kurang paham hak dan kewajibannya, pun negara yang seharusnya menyiapkan lapangan pekerjaan dan upah layak bagi kepala keluarga.

Namun negara kapitalis saat ini telah abai menjalankan fungsinya sebagai pelindung dan penjaga ketahanan keluarga rakyat.

Novita Rini
Sleman, Yogjakarta