Oleh : indah yuliatik

Enam bulan lamanya wabah Covid 19 merebak di Indonesia. Akibatnya melumpuhkan berbagai sektor, terutama sektor pendidikan. Adanya wabah Covid 19, pelajaran harus dilakukan melalui daring. Sekolah harus dilakukan di rumah bersama orang tua. Namun, banyak terjadi polemik karena sekolah daring ini. Sehingga banyak tuntutan untuk sekolah tatap muka dibuka.

Dikutip dari laman berita daerah ponorogo.go.id (18/8/2020). Lima Sekolah Menengah Atas (SMA) / Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Ponorogo, pada hari ini Selasa (18/8/2020) melakukan uji coba sekolah tatap muka sesuai dengan surat edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 420/11350/101.1/2020 tentang Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Jenjang SMA/SMK/SLB.

Wakil Bupati Ponorogo, Soedjarno, didampingi kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pendidikan lakukan monitoring uji coba sekolah tatap muka di berbagai sekolah yang ada di Ponorogo. Monitoring tersebut untuk melihat kesiapan sekolah dan protokol kesehatan yang ada di sekolah tersebut. Ada lima sekolah yang disinggahi Wabup beserta rombongan, yaitu SMK PGRI 2 Ponorogo, SMKN 1 Jenangan, SMAN 1 Ponorogo, SMKN 1 Slahung, dan SMKN 1 Ponorogo.

Soedjarno juga menjelaskan sebelumnya beberapa sekolah ini mengajukan proposal kepada satgas covid-19 baik di Kabupaten maupun Kecamatan, dan juga sudah disimulasikan sebelumnya. Selain itu untuk jam pelajarannya pun dipersingkat hanya 30 menit, serta tidak ada jam istirahatnya. Sehingga saat diberlakukan uji coba belajar mengajarnya berlangsung semua aman dan selamat.

Siswa yang melakukan tatap muka pun terbatas, hanya 25 persen dari kapasitas ruang kelas, serta siswa yang lainnya juga masih diberlakukan daring dan bergilir untuk tatap muka mupun daringnya. Siswa yang masuk pun harus ada surat persetujuan dari orang tua wali murid bilamana diijinkan siswa tersebut bisa menempuh tatap muka, kalau tidak tetap bisa mengikuti pelajaran meskipun daring.

Keluhan sekolah daring semakin bertambah, hal ini membuat Menteri pendidikan Nadiem Makarim membuat kebijaman baru. Memperbolehkan sekolah dan universitas dibuka. Sekolah dibuka berdasarkan zona, sedangkan universitas khusus untuk praktikum.

Kebijakan ini menuai pro kontra kembali ditengahctengah masyarakat. Melihat pertambahan kasus Covid 19 yang bertambah setiap harinya, membuat sebagian besar orang tua risau. Di khawatirkan pembukaan sekolah dan universitas ini akan membuka cluster baru persebaran Covid 19.

Kondisi ini penuh dilema, penyebab utamanya adalah penanganan wabah Covid 19 yang tidak maksimal. Pemerintah tidak melakukan tindakan maksimal ketika pandemi ini muncul. Pemerintah seolah-olah menutupi ketika kasus pertama kali muncul hingga tidak melakukan karantina wilayah wabah pertama kali muncul.

Pemerintah tidak bisa begitu saja membuka sekolah ditengah wabah yang semakin mengkhawatirkan. Terlebih, Nadiem membuka sekolah dengan target “perkawinan SMK dan Vokasi Industri”. Mengabaikan nyawa peserta didik merupakan tindakan yang berlebihan demi kepentingan kapital.

Islam telah mencotohkan bagaimana mengatasi wabah. Tanpa mengorbankan ribuan nyawa masyarakat melayang percuma. Melakukan karantina wilayah wabah sehingga tidak menyebar ke daerah-daerah lain. Daerah yang aman dari wabah tidak dibiarkan masuk ke Daerah wabah dan beraktivitas normal di dalam daerah aman. Sehingga memisahkan orang sakit dan orang sehat. Maka keadaan ini akan mudah diatasi oleh pemerintah.

Solusi untuk pendidikan ditengah pandemi, pemerintah harus menyediakan fasilitas lengkap dan memadai untuk menunjang sekolah ditengah pandemi. Tidak memandang kaya atau miskin, fasilitas ini harus dimiliki oleh mereka, sehingga sekolah daring berjalan dengan lancar.

Selain itu, mengembalikan fitrah orang tua terutama ibu sebagai ummu madrasatul ulla bagi anak-anaknya. Mendidik anak-anak dirumah dengan mengharap keridhoan Allah. Menjadikan mereka generasi-geranasi emas yang unggul dan bermutu. Sehingga tidak ada wacana lagi sekolah dibuka ditengah wabah. Sekolah akan dibuka ketika keadaan benar-benar aman dari ancaman virus.