Oleh: Maman El Hakiem

Berpenampilan itu harus menarik. Enak dipandang. Allah SWT menyukai keindahan.


“Namaku Indah, wah senengnya disukai Allah SWT.” Gadis yang baru mekar itu masih saja suka kege-eran.
“Ini kok kurang rapi jilbabnya….wah bisa kalah penampilan dengan kakak nih.” Katanya sambil membalikan badannya di depan cermin. Sesekali wajahnya di dekatkan ke cermin. Seperti ingin meyakinkan, jangan sampai jerawatnya terlihat orang lain. “Jerawat ini kecil tapi menyebalkan.” Gumamnya.


“Duh…penampilanku udah matching, cuma jerawat yang susah ditutupi. Coba jerawat itu tidak di wajah…hehe.” Senyum sendiri.


Cermin adalah kembaran yang sering diajaknya bicara sendiri. Indah mempunyai saudara kandung, kakaknya bernama Indri. Keduanya tinggal masih serumah. Cermin bagi Indah adalah teman yang paling jujur. Tidak seperti foto profile di dalam ponselnya yang bisa diedit atau dibikin cantik. Sungguh hidup dalam kenyataan jauh lebih baik.


“De, udah belum dandannya kok lama banget?” Seseorang menghampirinya, ternyata Indri.
“Sabar dong …kita tuh harus good looking lho” Jawabnya.
“Wah terpapar virus pejabat nih…hehe” Indri tersenyum.
“Good looking itu harus bangga, apalagi God looking artinya kebaikan yang dinilai baik di hadapan Allah SWT” Indah sedikit sok menggurui.
“Hebat adik nih….eh gimana tuh jerawatnya, mau ditutupin?” Sindir Indri.


“Gawat kakak masih juga lihat…padahal sudah disamarkan oleh bedak” Kata Indah dalam hatinya.
‘Kenapa diam De, masih merasa gak pede? Tetap good looking kok” Kata Indri menghibur.
“Tenang De, jerawat itu dihadirkan Allah SWT sebagai tanda bahwa adik kakak ini sudah mulai baligh, tetapi secara kesehatan bisa jadi karena kulit yang kurang terawat. Tetapi, semuanya tetap good looking di hadapan Allah SWT. Tidak akan dihisab kelak di akhirat. Amaliah kita yang akan dihisab” Kata Indri panjang lebar.


Indah hanya tersipu malu. Lesung pipinya tetap membuatnya bagai bidadari, meskipun di balik cermin jerawatnya sulit untuk ditutupi.***