Oleh: Nur Hidayati

Menteri Agama, Fachrul Razi kembali memberikan pernyataan yang kontroversial. Dalam webinar bertajuk ‘Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara’ beliau menyatakan bahwa cara masuk gerakan radikal itu mudah. Yaitu melalui anak yang good looking, penguasaan Bahasa Arab bagus, hafiz Alqur’an dan mereka ada di dalam masjid-masjid.

Pernyataan ini tentu sangat menyakitkan umat Islam. Kecurigaan bertendensi kebencian. Berpotensi sara dan diskriminatif.

Jelas Islam mengajarkan untuk berpakaian rapi saat beribadah, terlebih ketika masuk masjid. Pun Islam mengajarkan untuk memahami Alquran dan berusaha untuk menghapalnya. Tapi Islam tak pernah mengajarkan kebencian bahkan berbuat kasar.

Sungguh, ucapan seperti ini tidak pantas keluar dari seorang Menteri Agama. Yang seharusnya memberikan ketenangan dan kedamaian. Bukan menyebar kecurigaan tanpa alasan.