Oleh: Barozah alfajri (ibu rumah tangga)

Jika dahulu kasus poligami sering menjadi sorotan ditengah tengah ummat, lain halnya dengan kasus poliandri yang nyata-nyata terjadi saat ini ditengah ummat. Poliandri adalah seorang wanita yang memiliki suami lebih dari satu. Kita tahu secara pasti Islam mengharamkan aktifitas tersebut, berdasarkan dalil Alquran dan Sunah. Dalil Alquran adalah firman Allah SWT:
“Dan (diharamkan juga atas kalian menikahi) perempuan yang bersuami, kecuali hamba sahaya perempuan (tawanan perang) yang kamu miliki sebagai ketetapan Allah atas kamu.” (QS An-Nisa (4): 24)

Ayat ini menunjukkan salah satu kategori wanita yang haram dinikahi laki-laki, adalah wanita yang sudah bersuami yang dalam ayat di atas disebut al-muhshanaat. Syekh Taqiyuddin an-Nabhani berkata dalam an-Nizham al-Ijtima’i fi al-Islam (Beirut: Darul Ummah, 2003) hal. 119, “Diharamkan menikahi wanita-wanita yang bersuami. Allah menamakan mereka dengan al-muhshanaat karena mereka menjaga [ahshana] farji-farji (kemaluan) mereka dengan menikah.”

Adapun dalil Sunah, bahwa Nabi Saw. telah bersabda,
“Siapa saja wanita yang dinikahkan oleh dua orang wali, maka pernikahan yang sah bagi wanita itu adalah yang pertama dari keduanya.” (HR Ahmad)

Hadis di atas secara manthuq (tersurat) menunjukkan jika dua orang wali menikahkan seorang wanita dengan dua orang laki-laki secara berurutan, maka yang dianggap sah adalah akad nikah yang dilakukan wali yang pertama (Imam Ash-Shan’ani, Subulus Salam, Juz III/123). Berdasarkan dalalatul iqtidha, hadist tersebut juga menunjukkan tidaklah sah pernikahan seorang wanita kecuali dengan satu orang suami saja. Dalalatul iqtidha’ hadis di atas menunjukkan haramnya poliandri.

Dari penjelasan diatas telah jelas sekali bahwa poliandri adalah aktifitas yang diharamkan didalam islam, tersebab akan menghancurkan ketahanan keluarga, nasab yang tidak jelas serta rentan terjadi pertikaian. Namun sayangnya di sistem yang serba bebas seperti saat ini, menjadikan masyarakat bebas berprilaku, serta bebas berpendapat. Seperti fenomena poliandri dikalangan ASN yang baru terjadi. Seperti yang diungkapkan Tjahjo Kumolo yakni- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB), Tjahjo Kumolo, mengungkapkan adanya fenomena baru pelanggaran yang dilakukan oleh aparatur sipil negara (ASN). Fenomena tersebut berupa ASN perempuan yang memiliki suami lebih dari satu atau poliandri.( REPUBLIKA.CO.ID)

Tjaho mengatakan, selama satu tahun ini pihaknya telah menerima sekitar 5 laporan kasus poliandri ASN. Meski demikian, pihaknya harus memutuskan masalah tersebut dengan beberapa pihak, yakni Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Kementerian Hukum dan HAM.(Kompas.com)

Fakta diatas mengindikasikan bahwa ada hal yang tidak beres dengan bangunan keluarga saat ini. Jauhnya pemahaman masyarakat tentang syariat islam, disebabkan karena sistem yang memisahkan agama dari kehidupan, sistem yang melahirkan kebebasan. Sehingga masyarakat merasa bebas berprilaku dengan dalih HAM meski melanggar syariat Islam. Mereka bebas menentukan pilihan, sesuai keinginan mereka tanpa memandang halal haram. fenomena poliandri adalah sekelumit fakta yang merupakan buah dari penerapan sistem yang rusak, sehingga akan berdampak kepada kerusakan-kerusakan lainnya. Poliandri merusak nasab serta mengundang azab. Bagaimana tidak? Suatu pelanggaran terhadap syariat Islam akan membawa kepada kesengsaraan baik didunia maupun diakhirat.

Didalam sistem islam negara akan benar-benar memperhatikan ketahan serta nasab dalam keluarga, karena negara paham betul, penting nya keluarga dalam mencetak generasi. Dengan terjaminnya ketahanan dalam keluarga maka akan bisa dipastikan, keluarga akan menjadi garda terdepan dalam mendidik serta mencetak generasi penerus.

Negara akan memastikan ketahanan keluarga serta mencegah hal-hal yang mengarah kepada hancurnya keluarga. Dalam sistem islam aktifitas apapun disandarkan kepada syariat islam. Sehingga jelas halal haram, suatu hal yang dilarang dengan keimanan akan ditinggalkan, begitu juga kebalikannya. Maka bisa dipastikan peristiwa poliandri tidak akan terjadi disistem islam, karena hal tersebut diharamkan didalam islam seperti penjelasan diatas. Sehingga ketahanan serta keberkahan dalam keluarga akan bisa diraih dengan mudah.

Dan hal ini hanya bisa diraih ketika sistem islam diterapkan, karena jika kita masih berharap dengan sistem yang ada saat ini, yang telah gagal menjamin ketahanan keluarga, maka jangan harap keluarga menjadi sakinah mawadah warahmah seperti dambaan setiap keluarga. Lantas masihkah kita berharap kepada sistem yang rusak? Atau kita bersama-sama berjuang menegakkan Islam agar ketentraman bisa kita dapatkan. Pilihan ada ditangan anda.

Wallahu ‘alam bishowab.