Oleh : NS. Rahayu

aku tak pernah mengenalmu sedekat lem dan prangkonya
menempel tak terlepas kemanapun arap pos membawa pergi
saat itu kuingat lembar-lembar kertas hitam kau kirimkan
namun tinta putih tertata manis diatasnya yang membuatku tak berdaya
untuk tak menerimamu dengan berjibun alasanku

“temani aku menjalani kehidupan”
lamaran manis tanpa bertatap muka namun mampu membuat merona
benarkah? pangeran yang kuinginkan telah siap membawaku meniti esok
meski tanpa kuda putih
tinta putihnya telah menjadi panah tepat menghujam ke ulu hati

Mak! besok anakmu pulang membawa berjuta harapanmu
dia telah membuat mata tak sedap terkatup berhari-hari
dia yang kupilih untuk membersamainya untuk hidup ke depan
meminang dengan sederhana, romantis namun pasti
hingga aku ingin menyatukan mimpi menuju langit biru

suamiku, belahan hatiku, imamku
Ikrar janji sucimu mematri ragaku, jiwaku, rasaku untuk setia padamu
Kau telah berikan segalanya hingga membuatku tersenyum bahagia
kau telah dekap mesra diriku agar tak gamang hadapi dunia
kau telah lindungi kami dengan ikhtiar terbaikmu

maka kurakup cerita cinta ini untukmu
agar dunia tahu keperkasaan lelaki bernama suami
yang iklas memberikan segala upaya terbaik untuk sang kekasih
tak perduli terjalnya harimu mengais rejeki
namun senantiasa tertawa saat di tengah keluarga

Ngawi, 8 September 2020