OLEH : RAHAYU KUSHARTATI, S.H.
PEMERHATI UMAT, KOMUNITAS PEREMPUAN HIJRAH SOROWAKO

Diskursus mengenai polemik agen radikalisme berpenampilan baik atau good looking yang diembuskan Menag Fachrul Razi kian melebar. Namun Fachrul tetap kukuh dengan pernyataannya meski kecaman datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Mengenai strategi paham radikal masuk melalui orang yang berpenampilan menarik ini awalnya disampaikan Fachrul dalam webinar bertajuk ‘Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara’, yang disiarkan di YouTube KemenPAN-RB, Rabu (2/9). (detik.com)
Selain melalui pendidikan, ada paham radikal yang masuk melalui rumah ibadah ASN atau di lingkungan masyarakat. Adapun cara paham radikal masuk adalah melalui orang yang berpenampilan baik atau good looking dan memiliki kemampuan agama yang bagus. Si anak ‘good looking’ ini, kata Fachrul, jika sudah mendapat simpati masyarakat bisa menyebarluaskan paham radikal.(detik.com)


Good looking dalam pandangan Islam
Good looking merupakan ajaran Islam. Memiliki kepribadian yang islami adalah wujud good looking bagi seorang Muslim. Bahkan menjadi kewajiban untuk berkepribadian Islam.

Adapun aspek kepribadian Islam itu mencakup pola pikir dan pola sikap kejiwaannya. Jadi tatkala seorang muslim menjadikan Islam sebagai standar pola pikir dan pola sikap jiwanya, tentunya ia telah memiliki kepribadian yang Islami. Dengan memiliki kepribadian yang islami, maka ia telah menjelma menjadi sosok yang good looking. Bahkan kepribadian Islam yang dimilikinya lebih mulia daripada tampilan fisik wajah yang ganteng maupun cantik.
Seorang sahabat Rasulullah SAW yaitu Abdullah bin Abbas berkata,“Sesungguhnya kebaikan itu membuahkan semburan cahaya di wajah, lentera di hati, meluasnya rezeki, kuatnya badan, rasa cinta di hati orang. Dan sungguh dalam keburukan terdapat kepekatan di wajah, kegelapan di kubur, kelemahan badan, kurangnya rezeki, dan kebencian di hati orang.”
Imam Ibnu Majah menuturkan sebuah riwayat, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Barangsiapa banyak mengerjakan salat di malam hari, wajahnya akan berseri (tampan) di pagi hari (HR.Imam Ibnu Majah)
Wajah berseri, tampan, dan enak dilihat pada diri seorang muslim adalah tanda kebaikan. Wajah yang enak dilihat (good looking), juga merupakan bagian dari sunah Nabi Muhammad SAW. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam QS. Lukman : 18 yang artinya “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”.
Ibnu Katsir menjelaskan mengenai ayat tersebut, “Janganlah palingkan wajahmu dari orang lain ketika engkau berbicara dengannya atau diajak bicara. Muliakanlah lawan bicaramu dan jangan bersifat sombong. Bersikap lemah lembutlah dan berwajah cerialah di hadapan orang lain” [Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 11: 56].
Dari Abu Dzar, Nabi Muhammad SAW bersabda,“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun juga walau engkau bertemu saudaramu dengan wajah berseri” (HR. Imam Muslim no. 2626).

Seorang Muslim akan bersemangat untuk menimba ilmu tentang agamanya sehingga ia mengerti hukum-hukum Islam, dan bersemangat untuk menghafalkan Al-Qur’an serta mentadabburinya. Semuanya dilakukan untuk menjadikan pola pikirnya bersandar pada Islam. Selanjutnya ia akan berusaha untuk melaksanakan hukum-hukum Islam yang dipahaminya. Ia akan memperjuangkan agar hukum Islam bisa dilaksanakan secara sempurna. Ia bahagia dan tegar di jalan yang diridai Allah. Tentunya dengan pola pikir dan pola jiwa yang taat sepenuhnya kepada Allah, niscaya akan menambah kebagusan kepribadiannya. Inilah sosok muslim yang good looking dengan ketaatannya pada Allah.
Muslim yang good looking itu mempunyai karakter sebagai ibadur rahman. Menebarkan kebaikan, menunjukkan jalan Islam pada manusia dan berlomba-lomba meraih rida Allah. Akhlak dan adabnya mulia. Tentu saja sosok yang sedemikian sangat tidak layak untuk dicurigai.

Negara mengajak semua elemen kaum muslimin guna bisa memberantas bentuk-bentuk pelanggaran terhadap ajaran agama. Negara melakukan upaya pembinaan rakyat dengan Islam. Mewujudkan semakin banyak sosok muslim yang good looking guna terwujudnya tatanan kehidupan yang good looking. Sebuah tatanan kehidupan yang mampu merealisasikan nilai ketakwaan tertinggi kepada Allah yakni penerapan Islam secara sempurna dalam wadah sistem pemerintahan yang good looking, al-Khilafah ala minhaj Nubuwah.
Wallahu’alam bishawab