By : Vivin Nailufar

Akhir-akhir ini, berbagai perlakuan buruk yang dialami para ulama. Yang terbaru penusukan terhadap Syekh Ali Jaber yang ketika itu sedang ceramah di Lampung (Ahad 13/9/2020)

Sebelum nya juga ada persekusi Kyai Zainullah dan Abdulhalim di Pasuruan. Keduanya digeruduk sekelompok Ormas hanya karena mendakwahkan Khilafah yang merupakan ajaran Islam.

Dalam sistem sekuler ulama diperlakukan secara buruk dan tidak ada keadilan sama sekali. Perlakuan buruk terhadap ulama adalah sebuah keharaman.

Berbeda dengan Sistem islam para ulama adalah pewaris para Nabi, bahkan islam menempatkan ulama pada posisi yang mulia. Allah SWT berfirman :
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. al-Mujadilah: 11)

Begitu juga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda.

إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Sungguh ulama adalah pewaris para nabi. Dan sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Akan tetapi mereka hanya mewariskan ilmu. Barang siapa yang mengambil ilmu itu, maka ia telah mendapatkan bagian terbanyak (dari warisan para nabi).” (HR Tirmidzi (2682))

Demikianlah seharusnya sikap terhadap ulama memuliakan dengan cara mengikuti ajaran mereka.