Karya: Warjuanah
(Pemalang, Jawa tengah)

Pada bulan agustus kemarin kaum muslim di gegerkan dengan film Jejak Khilafah, banyak yang mendaftar tercatat 250 ribu lebih sejak prelaunching 2 agustus 2020 lalu.

Film ini rupanya di blokir oleh pemerintah, sebab paham Khilafah yang di ajarkan. bahkan adanya film ini tayang membuat Menag Fachrul Razi membuat wancana akan menerapkan program sertifikasi penceramah bagi semua agama mulai bulan ini, tahap awal bakal ada 8.200 orang akan mendapatkan sertifikasi penceramah, Rabu (2/9). Wancana ini menuai kontra dari salah satunya dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) Muhyiddin Junaidi , “pernyataan tersebut justru menunjukkan ketidak pahaman Menag dan data yang tidak akurat di terimanya. Seakan yang radikal itu hanya umat islam dan para hafidz Al- quran , seharusnya Menag yang berlatar belakang militer lebih mengerti tentang peran umat islam indonesia dan menjadikannya sebagai rujukan untuk menciptakan stabilitas nasional, persatuan dan kemajuan di tengah kebinekaan tunggal ika “.

Program penceramah bersertifikat ini pun berpotensi membatasi gerak dakwah beberapa masjid atau kegiatan biasa saja di intervensi agar hanya menggunakan penceramah yang bersertifikat. Padahaal dakwah hukumnya wajib, bagi setiap muslim yang telah baliq dan berakal, baik laki- laki maupun perempuan. Allah berfirman, “karena itu berdakwahlah dan istiqomahlah sebagaimana di perintahkan kepadamu dan janganlah kamu ngikuti hawa nafsu mereka ( TQS. Asy- syura,(42):15).