Oleh: Marina Noorhayanti

Menteri Agama mengeluarkan pernyataan kontroversi di acara launching aplikasi ASN No Radikal dan Webinar Strategi Menangkal Radikalisme, Kamis (2/9/2020). Menteri Fachrul meminta masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mewaspadai anak yang berpenampilan baik alias good looking dengan penguasaan Bahasa Arab bagus dan hafiz Alquran sebagai agen radikalisme.

Sangat disayangkan, pernyataan ini keluar dari aparat negara. Terlebih keluar dari pimpinan Kementerian Agama. MUI, DPR dan tokoh-tokoh masyarakat pun bersuara menyayangkan pernyataan tersebut. Masyarakat juga meminta agar menarik semua tuduhannya yang tak mendasar karena sangat menyakitkan dan mencederai perasaan umat Islam.

Pernyataan tersebut seakan-akan ingin memberikan citra buruk bagi kaum muslimin yang taat syariat dan ingin mengembalikan kehidupan Islam secara kafah dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.