Oleh: Sonia Padilah Riski (Suara Mahasiswa Baru)

Universitas Indonesia mewajibkan mahasiswa baru meneken pakta integritas yang berisi sejumlah aturan. Menurut Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Fajar Adi Nurgoho, bahasan tentang larangan politik praktis tidak jelas dan mediskriminasikan orientasi politik mahasiswa. Ini dapat berakibat pihak universitas bisa sepihak menentukan kegiatan yang dimaksud, politik praktis atau kegiatan yang menganggu akademik dan bernegara. Namun disisi lain yang akan mendapat sanksi dari pakta integritas adalah mahasiswa (16/09/20 VOAindonesia.com)

Tidak heran memang karena mahasiswa adalah salah satu agent of change. Gerakan mahasiswa memberikan pengaruh terhadap kebijakan-kebijakan kampus maupun pemerintah, hal inilah yang dicegah oleh penguasa. Berbagai kebijakan dan RUU baru diluncurkan pemerintah, salah satunya RUU Cipta Kerja. Pengesahan RUU ini tidak boleh ada yang menentang bahkan dari kalangan aparat pemerintahan sekalipun. Sejauh ini yang menyuarakan suara rakyat mengenai RUU Cipta Kerja adalah mahasiswa dari berbagai universitas.

Menyampaikan pendapat adalah hak setiap manusia. Ironi mahasiswa di sistem demokrasi yang tidak bisa menyampaikan pendapat secara terbuka. Hanya ada pengekangan dari pihak kampus untuk meredam suara mahasiswa. Demi kepentingan instansi tertentu, segala cara ditempuh salah satunya dengan meredam suara mahasiswa. Menjadi suatu hal yang biasa kita temui, banyak mahasiswa yang apatis terhadap permasalahan-permasalahan ummat, takut menyuarakan pendapat, takut dengan sanksi yang diberikan oleh rezim.

Semarang, Jawa Tengah