Oleh : Siti Monika

Dikutip dari Tribunnews.com (13/9/2020) Ulama syekh Ali Jaber ditusuk oleh orang yang tak dikenal. Menurut informasi, Syekh Ali Jaber ditusuk saat disebuah masjid di Bandar Lampung.
Peristiwa penusukkan terjadi di Masjid Afaludin Tamin Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung Minggu.
Akibat kejadian tersebut, Syekh Ali Jaber mengalami luka tusukan dibagian bahu kanan. Kini Syekh Ali Jaber dirawat diPuskesmas Gedong Air, Bandar Lampung.

Dalam memberikan keterangan di Bandar Lampung, Syekh Ali Jaber menjelaskan bahwa pelaku kekerasan yang menimpa dirinya bukanlah orang gila, melainkan orang yang terlatih. Karena sebenarnya sipelaku berniat menusuk organ vitalnya, tetapi karena ada gerakan oleh Syekh Ali Jaber maka pisaunya pun melesat mengenai lengan bagian kanannya. Syekh Ali Jaber berharap kepada aparat hukum agar bertindak tegas terhadap pelaku dan berlaku amanah serta jujur karena kepercayaan kami terhadap aparat penegak hukum sangat besar.

Kedudukan ulama dalam islam sangat mulia, mereka digelari sebagai pewaris para nabi. Karena dipundak mereka terdapat amanah dien. Melalui mereka kemurnian ajaran islam terjaga. Dan hidayah umat terpelihara oleh tangan mereka.

Para ulama adalah wali Allah yang beriman kepadaNya. Ketaatan dan amal shalihnya hanya untuk Allah. Hidup dan matinya hanya untuk membela agama Allah. Oleh sebab itu, barang siapa yang memusuhi para ulama, Allah menyatakan perang terhadapnya. Dan siapa yang diperangi Allah pasti akan celaka dan binasa. Allah ta’ala berfirman dihadist qudsi:

“Siapa yang memusuhi waliku maka aku menyatakan perang terhadapnya.” (HR. Al-Bukhari)

Beginilah nasib para ulama dinegara yang sistemnya demokrasi kapitalis semakin hari semakin tak dihargai, bahkan nyawanya pun tak dipedulikan. Padahal para ulama adalah tokoh penting didalam negara. Para ulama adalah guru yang seharusnya dihormati, disejahterakan hidupnya agar dia selalu memberikan yang terbaik untuk umat. Namun apadaya disistem demokrasi kapitalis ini para ulama malah dianggap sebagai ancaman. pemecah belah umat, anti pancasila, radikal dan lain sebagainya.

Para pemimpin negeri ini sangat khawatir jika para ulama dapat mencerahkan pemikiran umat dari sekuler menjadi kaffah. Padahal negeri ini mayoritas penduduknya adalah muslim, namun penerapan sistemnya jauh dari kata islami.

Sungguh sangat berbeda dengan sistem islam, para ulama begitu dimuliakan oleh khalifah, dicukupi kebutuhannya, difasilitasi, diberikan rasa aman untuk berkarya dan sangat dihargai keberadaannya. Khalifah juga memberikan penghargaan untuk para ulama yg berhasil membuat buku, yaitu penghargaan berupa emas yang beratnya setebal buku yang dibuat oleh para ulama.

Bahkan khalifah mengirimkan para ulama keberbagai penjuru dunia untuk berdakwah, agar islam dapat tersebar luas dengan cara yang mulia. Yaitu dengan cara memberikan pencerahan kepada semua umat bahwa islam adalah rahmatan lilallamin. Islam adalah agama pelindung untuk seluruh umat, tak akan ada umat yang dipandang sebelah mata. Dan sudah terbukti dengan dakwah islam bisa menyebar sampai dengan ke Nusantara. Wallahualam