Oleh: Maman El Hakiem

Udara siang hari yang panas menyengat. Tidak menyurutkan langkah, meskipun keringat membasahi kaos oblong tukang sol sepatu. Keliling kampung berharap ada yang memberinya kerjaan memperbaiki sepatu atau sandal kulit.

“Sol patu..sol..sepatuu..” Begitu ia menawarkan jasanya. Tidak terhitung berapa kampung telah ia masuki.
“Mang sol sepatu, ke sini mampir, ini ada sandal kulit yang lepas.” Seorang ibu memanggilnya.
“O iya baik, bu.” Jawabnya. Lalu segera menghampirinya. Setelah tawar harga, tukang sol itu mengerjakan orderannya. Memang cukup lama waktu, terlebih mengerjakannya harus hati-hati karena sandal yang lagi disolnya bermerek mahal.


“Ini sandal bagus sekali bu, punya suami ya, memang kerja dimana?” Tanya tukang sol.
“Suami orang penting di perusahaan minyak negara, mang. Kenapa gitu?” Jawabnya penasaran.
“Ya terlihat dari sandalnya, kayaknya di kampung ini cuma suami ibu yang punya. Mahal sekali tentunya.” Tukang sol keterusan mengobrol.


“Begitulah mang, di negeri ini jangankan yang dipakai di kepala yang terlihat banyak orang, yang diinjak kaki pun harus mencerminkan status sosial.” Jawabnya.
“Tetapi bu, biasanya orang kaya itu, jika rusak sedikit saja, malas untuk dirawat, malah dilem biru…hehe” Mang sol sepatu sambil senyum-senyum.
“Lah mang tuh gimana, kalau beli yang baru, tentu tidak ada yang mau memakai jasa tukang sol sepatu.” Mendengar jawaban demikian, tukang sol hanya tersipu malu, karena benar juga jalan rezekinya ada pada orang-orang yang masih mau merawat barang-barang yang masih bisa diperbaiki.


“Sudah selesai belum mang, sandalnya?” Tanya ibu tersebut.
‘Alhamdulilah, ini baru selesai. Terima kasih banyak, semoga sandalnya nyaman dipakai kembali.” Jawab tukang sol sambil menyerahkan sandal yang telah diperbaikinya.
Tak lama kemudian, terdengar adzan dzuhur dari masjid yang tidak jauh dari rumah tersebut. Mang sol sepatu segera bergegas menuju masjid tersebut. “Bagaimana pun beratnya beban hidup, pahala harus menjadi tabungan hidup di dunia.” Ucapnya dalam hati.
“Ada dosa yang tidak dapat dihapus, kecuali dengan bekerja keras, namun bekerja tidak bisa menghapus dosa karena meninggalkan shalat. Pahala itu ada, terkait antara keimanan dan perilaku manusia di dunia yang harus terikat dengan hukum-hukum Allah SWT.” Demikian, nasihat yang selalu diingat oleh Mang sol sepatu dari guru ngajinya.***