Oleh: Ria Asmara

Entah apa yang merasuki LH (26) begitu tega menghabisi putri mungilnya yang masih berusia 8 tahun. Hanya karena urusan sepele “sulit belajar online.” Gadis kelas 1 Sekolah Dasar itu dianiaya di rumah kontrakannya, 26 Agustus 2020. Dan dimakamkan tak layak di sebuah pemakaman umum di Kabupaten Lebak, Banten.

Miris, Ibu yang seharusnya menjadi pelindung anaknya, justru menjadi pembunuh. Nurani keibuannya mati, hanya gegara secuil masalah ditengah pandemi ini “belajar online.” Dan mungkin tidak hanya LH yang mati nuraninya di tengah pandemi ini, bisa jadi ada sosok ibu lain seperti LH di sudut-sudut negeri ini, hanya saja tidak viral karena tidak sampai memakan korban nyawa.

Kondisi seperti ini butuh peran negara. Negara harus menciptakan kondisi kondusif di tengah pandemi. Sehingga tekanan dan beban hidup tidak semakin berat. Rakyat tidak stees hingga kemudian nuraninya mati. Jika pandemi ini tidak segera diatasi dengan lebih serius, maka akan semakin banyak memakan korban jiwa. Jiwa melayang tidak hanya karena virus saja, tetapi juga karena tekanan hidup yang semakin berat. Walahu a’lam bishawab.