Oleh: Rahma Syahidah (Pemerhati Remaja dan Generasi)

“Saat ini anak muda di berbagai pelosok Indonesia juga mulai mengenal artis K-Pop dan gemar menonton drama Korea. Maraknya budaya K-Pop diharapkan juga dapat menginspirasi munculnya kreatifitas anak muda Indonesia dalam berkreasi dan mengenalkan keragaman budaya Indonesia ke luar negeri.” [Wapres Ma’ruf Amin] dilansir dari tirto.id

Naudzubillah! Saya tidak bisa membendung kesedihan luar biasa mendengar pernyataan yang keluar dari lisan seorang ulama yang dengan sadar dan terang-terangan memotivasi generasi Indonesia agar menjadikan K-Pop sebagai inspirasi dalam berkreatifitas. Padahal K-Pop tidak mengajarkan kecuali kepada hal-hal yang dilarang dalam Islam. Seorang ulama harusnya mengingatkan umat untuk mengikuti akhlak Rasulullah SAW dan para sahabat bukan justru megajak untuk meneladani gaya hidup orang kafir, style para pemuda pemudi Kafir, yang tidak beriman kepada Allah Swt.

K-Pop memang menghasilkan banyak materi bagi para pelaku industrinya namun rentan kerusakan lifestyle. Salah satunya banyak kasus bunuh diri yang dilakukan oleh aktor K-Pop dan mengerikan lagi tindakan yang dibenci Allah ini dicontoh oleh generasi milenial. Korean Wave hasilkan devisa besar bagi negara Korea , tapi nyata mengekspor budaya kerusakan ke seluruh dunia. Sehingga pernyataan yang disampaikan oleh wapres tersebut menunjukkan bahwa penguasa kita hari ini tidak melindungi generasi dari kerusakan.

Tidak dipungkiri bahwa fans K-Pop di kalangan milenial Indonesia sangat menjamur. Mereka terbawa oleh arus kehidupan yang liberal, hedonis, dan memuja-muja syahwat. Tentu cerminan tersebut sangat bertentangan dengan generasi terbaik yang dicetak oleh Rasulullah Saw. Beliau berhasil mencetak generasi Idaman yaitu generasi yang bertakwa, pandai bahasa Arab, hafidzul Qur’an, akhlaknya baik dan jauh dari kemaksiatan serta sangat mumpuni dalam sain dan teknologi hingga bisa dirasakan penemuannya hingga saat ini.

Life style yang serba bebas membuat generasi negeri ini menjadi generasi yang jauh dari Islam. Rela keluar dari jalur ketaatan demi syahwat duniawi. Berapa banyak generasi kita hari ini yang lebih istiqomah menghabiskan waktunya untuk nonton K-Pop atau drakor daripada memperdalam ilmu agama? Bejibun!

Begitulah potret buram liberalisme yang sengaja memanfaatkan generasi agar tunduk pada kepentingan kapitalis. Jika life style ala K-Pop ini terus dibiarkan, maka mustahil generasi berkualitas akan diwujudkan. Generasi negeri ini akan lebih mengenal karakter-karakter yang ada di dunia K-Pop daripada mengenal Rasul dan para sahabat tangguh pejuang Islam. Mereka akan disibukkan dengan mengikuti gaya sang idola dan idak akan terpikir dalam benak mereka keinginan untuk menempa diri layaknya Muhammad Al Fatih, Sang Penakluk Konstantinopel.

Generasi harus segera diselamatkan dengan islam. Islam memiliki konsep yang mampu membentuk kepribadian Islam pada diri generasi. Mereka dibina mulai dari ranah keluarga, didukung dengan masyarakat yang islami, dan negara yang menerapkan aturan Islam menjadi faktor pendukung terciptanya generasi yang berkualitas. Life style barat yang serba liberal akan dijauhkan sejauh-jauhnya. Mereka akan diarahkan untuk menjadi generasi cemerlang yang mampu berkontribusi bagi peradaban. Mustahil generasi terbaik dihasilkan dengan penerapan sistem kapitalis-liberal. Jalan satu-satunya menyelamatkan generasi hanyalah dengan penerapan Islam secara menyeluruh dalam bingkai kehidupan.