Oleh : Dewi Meiliyan Ningrum

Belum lama ini, tersebar wacana penyederhanaan kurikulum mata pelajaran sejarah untuk siswa SMA/sederajat. Namun Kemendikbud menegaskan bahwa kabar pelajaran sejarah akan keluar dari kurikulum tidak benar.

Tentu disayangkan jika sejarah tak lagi diajarkan di sekolah. Sebagaimana yang pernah terjadi sebelumnya, saat materi tentang khilafah dihapus dari 155 buku pelajaran. Penyederhanaan kurikulum sejarah akan berdampak pada siswa. Penghapusannya membuat generasi melupakan peran ulama dalam kemerdekaan. Lebih dari itu, generasi penerus kita akan melupakan kekejaman penjajah atau bahkan PKI.

Sejarah tidak seharusnya dilupakan. Pengalaman dari masa lalu dapat dijadikan pelajaran. Dalam sistem pemerintahan Islam, sejarah digunakan dalam bidang hukum. Hukum Islam salah satunya adalah qiyas. Jika qiyas diambil berdasarkan kesamaan antara kasus yang terdahulu dengan yang baru, lantas bagaimana bisa mempelajari ilmu tentang masa lalu tapi tidak belajar sejarah. Alquran juga mengajarkan kepada kita tentang hikmah dari kehidupan manusia terdahulu.

Umat Islam hidup tidak terpisahkan dengan sejarah. Sejarah dipelajari untuk diambil pembelajaran dari setiap kejadian sehingga dapat meraih kegemilangan.